Bupati Puncak Desak Percepatan Pembangunan 3T
Pertemuan itu menjadi momentum Pemkab Puncak untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan yang dinilai tidak bisa lagi ditunda, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional.
Pencarian
1694 artikel cocok dengan pencarian Anda.
Pertemuan itu menjadi momentum Pemkab Puncak untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan yang dinilai tidak bisa lagi ditunda, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional.
Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, saat mendampingi Bupati Nabire Mesak Magai pada pertemuan bersama seluruh kepala sekolah se-Kabupaten Nabire, bahwa pertemuan ini untuk membangun pendidikan yang lebih baik.
Dari hasil dialog dan tanya jawab yang berlangsung di Aula Pertemuan Persada SMA Negeri 2 Nabire, Rabu (14/10/2026) tersebut, telah jelas didapatkan data bahwa lebih banyak guru bertugas di sekolah–sekolah yang ada di kota, sementara sekolah di daerah 3T terjadi kekurangan dan kekosongan tenaga guru.
Seluruh data guru harus ditinjau kembali, karena ke depan ada penempatan dan pemerataan guru ke semua sekolah, terutama sekolah-sekolah yang berada di daerah 3T,” tegasnya.
“Untuk memastikan kerusakan sekolah dan rumah guru di daerah 3T, saya berikan waktu dua minggu ke depan tim Dinas Pendidikan harus turun lapangan untuk mendata semua itu,” tegas Mesak.
Kegiatan ini mengusung tema ‘Tata Kelola Keuangan Desa yang Berkualitas dalam Rangka Peningkatan Kemandirian Desa yang Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa’.
Untuk tahap pertama tahun ini, pembangunan rumah kediaman bupati dianggarkan sebesar Rp4,7 miliar dengan target pengerjaan hingga pemasangan rangka baja.
“Keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh kerja keras para prajurit di lapangan, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama menjaga semangat kebersamaan, saling membantu dan bergotong royong agar seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Saat berada di Puskesmas Wanggar Sari, Bupati Mesak menyusuri sejumlah bagian fasilitas pelayanan kesehatan, sekaligus berdialog dengan petugas medis setempat.
“Hari ini kita fokus di pembangunan Gereja Rehobot SKB Wanggar Sari, Distrik Wanggar. Jemaat sebelumnya sudah bangun tapi belum selesai, sehingga TNI-Polri akan selesaikan selama 30 hari di tempat ini,” ujar Mesak Magai.