NABIRE - Untuk memastikan pemerataan guru di sekolah–sekolah yang ada di kota dan sekolah yang ada di daerah Tertinggal, Terluar dan Terpencil (3T), Bupati Nabire langsung mengecek data guru lewat beberapa kepala sekolah. Tujuannya ini untuk memastikan jumlah guru yang ada di kota dan daerah 3T.

Dari hasil dialog dan tanya jawab yang berlangsung di Aula Pertemuan Persada SMA Negeri 2 Nabire, Rabu (14/10/2026) tersebut, telah jelas didapatkan data bahwa lebih banyak guru bertugas di sekolah–sekolah yang ada di kota, sementara sekolah di daerah 3T terjadi kekurangan dan kekosongan tenaga guru.

Dengan mendengar laporan dari beberapa Kepsek tersebut, Bupati Nabire sudah bisa menyimpulkan, ke depan akan dilaksanakan evaluasi agar guru yang muda–muda, termasuk guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), guru dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) dan juga para guru kontrak semuanya akan tempatkan di daerah 3T.

Dan untuk memastikan data guru yang bertugas di daerah 3T, selaku bupati meminta Kepala Dinas Pendidikan dan jajarannya untuk membentuk tim dan turun ke sekolah–sekolah yang berada di daerah 3T, termasuk mengecek dan mendata gedung kelas dan juga perumahan guru, karena dipastikan tahun 2027, pemerintah daerah akan fokus untuk rehap dan membangun rumah guru.

Sementara itu, Bupati Nabire juga mengingatkan semua kepala sekolah yang hadir, bahwa di wilayah Distrik Napan, Siriwo dan Distrik Makimi juga ada sekolah SMA yang berada di daerah 3T dan faktanya di 3 SMA ini juga mengalami kekurangan tenaga guru, sehingga ke depan akan dilaksanakan mutasi guru dari SMA–SMA besar yang ada di kota untuk bertugas di SMA yang ada di daerah 3T.

Untuk itu, dari hasil dialog dan tanya jawab tersebut telah jelas ada jawaban dan tinggal menunggu hasil laporan dari tim dinas pendidikan yang akan turun ke sejumlah sekolah yang berada di daerah 3T, sehingga Bupati Nabire berjanji ke depan pasti ada langkah tegas soal penempatan tenaga guru yang merata ke semua sekolah demi kemajuan pendidikan. (des)