
GBGP Gelar Seminar Organisasi, Perkuat Persatuan dan Kaderisasi Pemimpin
Seminar tersebut dipimpin langsung Ketua Umum Sinode GBGP di Tanah Papua, Pdt. Portunatus Numberi, SE., MKD, yang hadir sebagai narasumber utama.
Indeks
Semua laporan terkini dari Nabire, Papua Tengah, dan sekitarnya — diperbarui sepanjang hari.
Diperbarui

Seminar tersebut dipimpin langsung Ketua Umum Sinode GBGP di Tanah Papua, Pdt. Portunatus Numberi, SE., MKD, yang hadir sebagai narasumber utama.



Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, saat mendampingi Bupati Nabire Mesak Magai pada pertemuan bersama seluruh kepala sekolah se-Kabupaten Nabire, bahwa pertemuan ini untuk membangun pendidikan yang lebih baik.
Dari hasil dialog dan tanya jawab yang berlangsung di Aula Pertemuan Persada SMA Negeri 2 Nabire, Rabu (14/10/2026) tersebut, telah jelas didapatkan data bahwa lebih banyak guru bertugas di sekolah–sekolah yang ada di kota, sementara sekolah di daerah 3T terjadi kekurangan dan kekosongan tenaga guru.
Dan setelah dua pekan itu, anak-anak kembali diminta untuk belajar di sekolah atau tatap muka langsung dengan guru di kelas.
Dalam pertemuan tersebut, Keiya lebih menekankan keselamatan harus menjadi perhatian utama dalam kehidupan sehari-hari dan kepedulian itu dimulai dari diri sendiri dan keluarga serta diwujudkan melalui tanggung jawab bersama terhadap lingkungan di mana tinggal atau berada.
Kepala DLHKP Provinsi Papua Tengah, Yan Richard Pugu, S.Hut., M.Si., menyampaikan saat ini penanganan sampah di Kabupaten Nabire telah melibatkan peran aktif dari pihak swasta.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Tengah, Yan Richard Pugu, S.Hut., M.Si., menyampaikan penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan lintas sektor secara menyeluruh.
“Semua sudah diserahkan poin-poinnya. Nanti kita sampaikan, karena untuk surat penyampaian aspirasinya itu ada di DPRD, nanti kami sampaikan. Situasi berjalan aman dan lancar,” ujar AKBP Samuel Tatiratu kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).
Menurut Yulius, konflik bersenjata dan kontak tembak yang terjadi dari tahun ke tahun telah menimbulkan kekhawatiran mendalam di tengah masyarakat.