NABIRE - Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang terlibat langsung dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Kabupaten Nabire. Kolaborasi bersama pemerintah daerah tersebut dinilai menjadi bentuk nyata kehadiran aparat dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah kampung.

Salah satu kegiatan yang menjadi fokus saat ini adalah penyelesaian pembangunan Gereja Rehobot di SKB Wanggar Sari, Distrik Wanggar. Pembangunan rumah ibadah tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari melalui keterlibatan TNI-Polri bersama pemerintah daerah.

Bupati Mesak Magai menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai awak media, Selasa (13/10/2026), terkait kerja sama pemerintah daerah dengan TNI-Polri dalam mendukung pembangunan fisik di Kabupaten Nabire.

“Hari ini kita fokus di pembangunan Gereja Rehobot SKB Wanggar Sari, Distrik Wanggar. Jemaat sebelumnya sudah bangun tapi belum selesai, sehingga TNI-Polri akan selesaikan selama 30 hari di tempat ini,” ujar Mesak Magai.

Menurutnya, pembangunan gereja tersebut sebelumnya telah dikerjakan secara mandiri oleh jemaat setempat. Namun, karena masih terdapat pekerjaan yang belum terselesaikan, pemerintah daerah bersama TNI-Polri mengambil bagian untuk membantu menuntaskan pembangunan tersebut.

Bupati Mesak menilai keterlibatan TNI-Polri dalam pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui dukungan terhadap pembangunan sarana yang dibutuhkan masyarakat.

Ia menyebutkan, keterlibatan aparat bersama pemerintah daerah mencakup sejumlah sektor, antara lain pertanian, pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK), penyediaan sumur air bersih, pembangunan rumah ibadah, hingga Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling).

“Kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat kita ini, selain tugas menjaga teritorial, mereka juga terlibat langsung untuk membangun berbagai infrastruktur, baik pertanian, fisik MCK, sumur air bersih hingga rumah ibadah di luar perkotaan,” tambahnya.

Apresiasi tersebut disampaikan sebagai bentuk penghargaan atas kerja sama lintas sektor dalam mendukung pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Dalam pelaksanaan pembangunan terpadu di Kampung Wanggar, Distrik Wanggar, sedikitnya 150 personel gabungan dilibatkan dari berbagai unsur, termasuk Kodim 1705/Nabire, Polres Nabire, BPBD dan dinas teknis terkait.

Dandim 1705/Nabire, Letkol Arh Dwi Palwanto, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi lintas instansi untuk mendukung pembangunan di tingkat kampung dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Selain pembangunan Gereja Rehobot, program tersebut mencakup perbaikan tiga unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan lima titik sumur bor untuk mendukung ketersediaan air bersih.

Kegiatan terpadu itu juga meliputi penanganan sampah, edukasi kesehatan, serta penyuluhan wawasan kebangsaan kepada masyarakat.

Melalui kerja sama tersebut, pembangunan di Kampung Wanggar diarahkan tidak hanya pada penyediaan infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Selain pembangunan fisik, Kampung Wanggar juga ditetapkan sebagai lokasi percontohan atau pilot project pengelolaan sampah selama satu bulan ke depan melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup.

Program ini mendorong pemanfaatan kembali botol-botol bekas agar memiliki nilai ekonomis, sekaligus membantu mengurangi persoalan sampah di lingkungan masyarakat.

Program percontohan tersebut direncanakan menjadi bahan evaluasi sebelum dikembangkan ke kampung-kampung lain di Kabupaten Nabire.

Keterlibatan berbagai instansi dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi pelayanan Masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi warga dalam menjaga fasilitas umum dan lingkungan tempat tinggal.

Bupati Mesak menyampaikan, setelah proses pembangunan Gereja Rehobot rampung sesuai target 30 hari, pemerintah daerah berencana menggelar acara peresmian dengan melibatkan unsur TNI-Polri.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengapresiasi keterlibatan aparat dalam membantu penyelesaian pembangunan rumah ibadah bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Nabire berharap kerja sama dengan TNI-Polri dan instansi teknis dapat terus berlanjut sehingga pembangunan infrastruktur dasar, penyediaan fasilitas umum dan peningkatan kualitas lingkungan dapat menjangkau lebih banyak kampung di wilayah Kabupaten Nabire. (luk)