NABIRE - Tahun lalu, Kabupaten Dogiyai Berhasil memungut Rp 6 miliar untuk pendapatan asli daerah (PAD).

   Dua penginapan di Moanemani (Dogiyai) sebagai pemasok terbesar untuk pendapatan asli daerah.

 Pelaksana harian (Plh) Bupati Dogiyai, Oskar Makai kepada awak media di Nabire akhir pekan lalu mengatakan PAD Kabupaten Dogiyai sebesar Rp 6 miliar.

    Dana sebesar langsung diserahkan kepada DPRD untuk masuk di dalam plafon anggaran DPRD tahun anggaran 2021, karena itu uangnya untuk anggota dewan. 

   Menyinggung Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Dogiyai tahun anggaran 2021, Plh Bupati, Oskar Makai mengatakan APBD Kabupaten Dogiyai untuk tahun anggaran ini sebesar Rp 855 miliar lebih.

  Besaran APBD tersebut disetujui dan ditetapkan DPRD setempat dalam sidang paripurna, sepekan lalu.

   Pelaksana harian (Plh) Bupati Dogiyai yang juga Wakil Bupati Dogiyai, Oskar Makai mengatakan besaran APBD tersebut berasal dari Dana Alokasi (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dana bagi hasil (DBH) pusat dan DBH provinsi.

    Sementara dana dari daerah kabupaten berupa pendapatan asli daerah sebesar Rp 6 miliar.

    Sumber dari eksekutif Dogiyai mengatakan dana dari DAU sekitar Rp 400 miliar, dana untuk organisasi perangkat daerah (OPD) jumlahnya tidak mencapai Rp 100 miliar.

   Karena sebagian besar dana untuk gaji pegawai dan honor untuk tenaga honorer yang mengabdi di Dogiyai. (ans)