Inavis Sisir Kantor yang Dibakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Miliar

PUNCAK – Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inavis) Polda Papua Tengah mulai mengusut tuntas kasus pembakaran dan perusakan sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Puncak. Pada Kamis (13/8/2026), tim gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengumpulkan barang bukti di sejumlah instansi yang menjadi sasaran amuk massa.
Olah TKP melibatkan personel Inavis Polda Papua Tengah bersama Tim Identifikasi Polres Nabire, Polres Mimika, dan Polres Puncak. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk mendokumentasikan kerusakan, mengamankan barang bukti, serta memperkuat proses penyelidikan atas insiden yang terjadi saat pencairan Dana Desa Tahap Pertama Tahun Anggaran 2026 pada Selasa (11/8/2026).
Sejumlah kantor yang diperiksa antara lain Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), Inspektorat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kominfo, Dinas Kesejahteraan Sosial, Dinas Kesehatan, Kesbangpol, DP3A, Dinas Pertanian dan Perkebunan, hingga Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Proses olah TKP berlangsung hingga pukul 17.00 WIT dalam situasi aman dan terkendali.
Kerugian Masih Didata

Bersamaan dengan kegiatan identifikasi, Dinas PUPKP Kabupaten Puncak juga melakukan pendataan kerugian sementara akibat peristiwa tersebut. Dari pantauan di lapangan, kerusakan pada berbagai fasilitas pemerintahan diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.
Meski demikian, pemerintah daerah belum menetapkan angka final dan menyatakan nilai kerugian resmi akan diumumkan setelah proses pendataan selesai.
Tim Inavis dijadwalkan melanjutkan olah TKP pada Jumat (14/8/2026) dengan menyasar Kantor Bupati Puncak, Kantor DPRK, serta sejumlah kantor pemerintahan lainnya yang terdampak.
Polisi Pastikan Ilaga Kondusif

Kapolres Puncak, AKBP Domingos De F. Ximenes, S.H., S.I.K., M.H., memastikan kondisi keamanan di Kabupaten Puncak, khususnya Kota Ilaga, telah berangsur kondusif setelah aksi pembakaran dan perusakan.
Menurutnya, patroli pengamanan terus digencarkan untuk menjaga stabilitas wilayah dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
"Situasi pasca kejadian sudah kembali kondusif. Patroli pengamanan terus dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat berjalan dengan aman," ujar Kapolres.
Hingga kini, aparat kepolisian masih terus mengumpulkan barang bukti dan mendalami seluruh rangkaian peristiwa sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas aksi pembakaran dan perusakan fasilitas pemerintahan di Kabupaten Puncak.(Cad)
Bagikan artikel ini



