Program MBG di Papua Tengah: John Gobay Usul Gereja atau Sekolah Kelola untuk Hindari Isu Politik

NABIRE - Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT), John NR Gobay, menyarankan agar program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan segera bergulir di wilayahnya dikelola langsung oleh pihak gereja atau sekolah. Usulan ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan menghindari tuduhan negatif atau politisasi terkait pelaksanaannya.
Gobay mengungkapkan kekhawatiran bahwa pelibatan unsur-unsur di luar institusi pendidikan dan keagamaan dapat menimbulkan isu-isu miring, terutama terkait siapa yang bertanggung jawab atas proses masak-memasak. “Program pemerintah pusat yang baik seperti MBG ini, lebih baik pihak gereja yang mengelola. Agar bisa menghindari tuduhan yang tidak baik terkait siapa yang masak,” tegasnya di depan Gedung DPR Papua Tengah pada Kamis (09/10/2025).
Secara spesifik, Gobay secara gamblang berharap agar ‘teman-teman coklat dan hijau’ (yang secara tidak langsung merujuk pada unsur-unsur keamanan atau militer dan sipil) untuk tidak terlibat dalam program ini. "Kasih ke gereja pasti jalan baik," ujarnya penuh harap.
Ia menambahkan, jika gereja tidak memungkinkan, alternatif terbaik adalah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah yang dinilai akan dapat mengelola program dengan lancar.
Menurut Gobay, program pemberian makan anak sekolah bukanlah hal yang sepenuhnya baru. Ia berpendapat bahwa MBG memiliki kesamaan dengan program-program sebelumnya yang pernah ada di sekolah, sehingga ia melihat program saat ini hanyalah ganti nama saja.
Pandangan ini menekankan bahwa mekanisme distribusi dan manfaatnya sudah familiar di lingkungan pendidikan. Lebih dari sekadar pembagian makanan, Gobay melihat program MBG sebagai peluang emas untuk memberdayakan ekonomi masyarakat lokal.
Ia berharap program ini dapat memanfaatkan dan menyerap hasil panen petani, tangkapan nelayan dan dagangan lokal di Papua Tengah.
Dengan demikian, perputaran uang dari program ini akan kembali ke masyarakat. "Sore-sore mama punya sayur di Pasar Sore bisa habis, di Kalibobo bisa habis, di Karang Tumaritis juga bisa habis," ungkapnya optimis, merujuk pada potensi pasar lokal yang akan terserap maksimal.
Inti dari pernyataan Wakil Ketua DPRPT ini adalah memastikan bahwa program MBG dapat berjalan efektif, transparan dan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat Papua Tengah, bebas dari kepentingan politik yang dapat mengganggu tujuan utamanya.(amd)
Bagikan artikel ini



