WAMENA – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 menjadi momentum bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Pegunungan untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap persatuan, integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu.

Pesan tersebut mengemuka dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar KPU Provinsi Papua Pegunungan di halaman Kantor KPU Provinsi Papua Pegunungan, Wamena, Kamis (1/10/2026).

Upacara diikuti jajaran staf sekretariat dan pejabat struktural di lingkungan KPU Provinsi Papua Pegunungan. Kepala Bagian Keuangan, Umum dan Logistik, Adden Siagian, bertindak sebagai pembina upacara.

Dalam amanatnya, Siagian mengatakan Hari Kesaktian Pancasila tidak boleh hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, peringatan tersebut harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh jajaran KPU untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Pelaksanaan upacara tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran KPU Provinsi Papua Pegunungan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” tegas Siagian.

Menurutnya, KPU memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan proses demokrasi berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas, profesionalitas, kemandirian, transparansi, akuntabilitas dan tanggung jawab.

Ia menekankan, penerapan nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam pelaksanaan tugas yang jujur, disiplin, tertib dan bertanggung jawab, dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat serta pemilih.

Persatuan di Tengah Keberagaman

Siagian juga menyoroti karakteristik Papua Pegunungan yang memiliki keberagaman masyarakat, budaya, adat istiadat, bahasa dan karakter sosial.

Keberagaman tersebut, menurut dia, merupakan bagian dari kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga melalui semangat persatuan dan saling menghargai.

Karena itu, KPU Papua Pegunungan terus mendorong seluruh jajarannya membangun lingkungan kerja yang harmonis dengan mengedepankan komunikasi, koordinasi dan kerja sama.

“Semangat Bhinneka Tunggal Ika menjadi bagian penting dalam menjaga kebersamaan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua Pegunungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, integritas menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu. Kepercayaan publik, kata dia, hanya dapat dipertahankan apabila seluruh jajaran KPU konsisten menjalankan tugas secara profesional dan objektif.

Setiap jajaran KPU, lanjut Siagian, dituntut bekerja secara transparan, independen dan bertanggung jawab serta senantiasa berpedoman pada ketentuan yang berlaku.

“Integritas merupakan salah satu unsur penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu. Karena itu, setiap jajaran dituntut untuk melaksanakan tugas secara profesional, objektif, transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan KPU Papua Pegunungan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa penyelenggaraan pemilu bukan semata-mata persoalan teknis kepemiluan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga demokrasi, persatuan dan kepercayaan masyarakat di Papua Pegunungan. (Gus)