NABIRE - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Provinsi Papua Tengah, pada Sabtu (15/6/2024) telah memantau langsung kegiatan seleksi masuk  Universitas Pelita Harapan (UPH) yang berlansung di SMA Negeri 1  Timika, Kelurahan Wania Distrik Inanga Kabupaten Timika, Provinsi Papua Tengah.


Pada kesempatan tersebut Marten Ukago, SE.,M.Si kepada Papuapos Nabire mengatakan, untuk tes masuk UPH di Kabupaten Mimika ini diikuti oleh 213 peserta, dimana pada dua hari lalu telah dilaksanakan tes tertulis dan untuk hari Sabtu dilakukan tes wawancara.


Dan semuanya peserta bukan semuanya dari putra dan putri asli Papua, tetapi ada juga peserta non-OAP yang biaya kuliahnya dapat ditanggung sendiri (mandiri), sementara bagi putra dan putri OAP yang mengikuti tes di UPH bagi lulus biaya kuliah akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah.


Sehingga diharapkan tidak ada kesalapahaman berdasarkan isu–isu yang berkembang di beberapa hari, bahwa seleksi masuk UPH  peserta non-OAP biaya kuliah ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah, sesungguhnya itu informasi yang tidak benar. “Kami hanya tanggung biaya bagi putra–putri OAP yang lulus tes dan masuk di UPH dalam program beasiswa,” tegasnya.


Dan sesungguhnya, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah berpikir bagi saudara–saudara kita yang non-OAP, tetapi akan dipikirkan dan diprogramkan bagi putra dan putri non-OAP di tiga tahun mendatang yang tentunya ada syaratnya yang harus dipenuhi, tetapi kalau banyak putra–putri OAP yang pintar dan pilih masuk di UPH pasti lebih diutamakan atau diprioritaskan.


Untuk itu, diharapkan seluruh orangtua dari peserta tes OAP di Kabupaten Mimika dan Kabupaten Nabire agar tidak lagi kembangkan isu yang tidak benar, apabila ingin semuanya jelas harus datang dan tanyakan langsung di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah agar mendapatkan informasi yang benar dan pasti.(des)