JAYAPURA - Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk S.Sos.,M.M, menekankan pentingnya pelaksanaan Pemilu yang aman, damai dan tidak boleh adanya pertumpahan darah di Provinsi Papua Tengah.


Ribka Haluk menegaskan, bahwa tidak boleh lagi terjadi konflik dan perselisihan yang berujung pada pertumpahan darah dan menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemilihan umum berlangsung, serta mengajak seluruh masyarakat untuk menjunjung tinggi semangat demokrasi dan toleransi guna menciptakan suasana yang kondusif selama masa Pemilu.


Sebagai Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk memastikan telah mengambil langkah-langkah konkret agar berjalan aman dan damai di Provinsi Papua Tengah, seperti telah mengkoordinasikan dengan aparat keamanan agar memastikan pengamanan selama proses Pemilu berlangsung.


Selain itu, pihaknya bersama KPU, Bawaslu dan pihak keamanan senantiasa mensosialisasi kepada masyarakat Papua Tengah tentang pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan selama Pemilu.


Ribka mengimbau kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tetap menjaga netralitasnya untuk tanah Papua. Disamping itu, Ribka juga mengimbau kepada ASN agar tetap menjaga netralitasnya sebagai pegawai.


"Saya tegaskan kembali, ASN, TNI/Polri harus betul-betul menjadi wasit, karena ini adalah dasar yang penting untuk memastikan Pemilu yang adil, transparan dan bermartabat," tegasnya.


Netralitas ASN merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga integritas dan profesionalisme ASN dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.(rob/hum pemprov)