DOGIYAI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dogiyai sebagai lembaga yang diakui oleh masayrakat setempat diharapkan mampu mempromosikan daerah–daerah tertinggal untuk diprioritaskan pembangunan di daerah perbatasan. Program pembangunan terutama infrastruktur jalan di kampung perbatasan dan distrik perbatasan dapat dikatakan sudah makan tahun, mereka bahkan tidak pernah menikmati terang listrik. Selalu tetap gelap, tidak ada tanda-tanda perubahan dan selalu saja menjadi persoalan yang memperihatinkan warga setempat.Belum lagi pada bidang pendidikan dan kesehatan. Ibukota distrik dan kampung perbatasan masih sangat tertinggal, persoalan utama dan tersendiri yakni belum ada program proritas daerah perbatasan, berpuluh–puluh kilo meter menempuh jalan kaki. Sekolah yang kwalitasnya sangat rendah belum ada petugas kesehatan yang bisa melayani warga. Fasilitas sekolah yang sama sekali tidak memadai, sudah makan tahun tidak ada fasilitas penerangan pada daerah terpencil yang sulit dijangkau, belum ada program yang menyentuh kebutuhan ril masyarakat. “Daerah lain sudah terang, namun kampung lain masih gelap,” Demikian dikatakan anggota DPRD Penganti Antar Waktu (PAW), Vincensius Dogomo, SH, pada Rapat Paripuna DPRD Kabupaten Dogiyai dalam rangka pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan tahun anggaran 2019 dan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran tahun anggaran 2018.Rapat paripurna aula Banmus DPRD Kabupaten Dogiyai beberapa waktu lalu itu turut dihadiri Bupati Dogiyai Yakobus Dumapa, SIP dan Wakil Bupati Dogiyai Oskar Makai, SH, para pejabat teras dan sejumlah anggota dewan yang dipimpin Ketua DPRD Dogiyai Yeskel Anouw.Pada kesempatan itu, pidato Bupati Dogiyai tentang rancangan anggaran  2019 dan pelaksanaan anggaran tahun 2018 guna mendengar dan mencermati  pidato Bupati dalam diskusi pemerintah dan dewan eksekutif dan legislatif Dogiyai. Setelah rapat dibuka Ketua Dewan Yeskel Anouw mencermati dan mendengarkannya, anggota DPRD antar waktu Vinsencius Dogomo, SH dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusulkan dewan dan pemerintah saatnya serius dan fokus mempromosikan potensi daerah tertinggal dan memprioritaskan pembangunan di daerah perbatasan.Dengan alasan, mereka serba ketinggalan, makan tahun belum ada penerangan dan masalah pendidikan dan kesehatan di derah perbatasan seperti di Distrik Sukikai Selatan, di Bidau Iyago Distrik Kamu Timur Bogiyai Taugi  Dadadi.PKS mengusulkan kepada dewan bersama pemerintah Dogiyai merencanakan jelajah kepulauwan daerah distrik terluar, termasuk kampung perbatasan yang didalamnya masalah pendidikan dan kesehatan, listrik, jalan raya harus direncanakan. Target keuntungan pemerintah kedepan, potensi SDA  kayu, tambang dan bahan energi lainnya yang dimiliki kampung hingga distrik perbatasan dengan keuntungan (income) kabupaten kedepan patut diperhitungkan, termasuk target keberhasilan Dogiyai kedepannya.Vinsensius Dogomo menambahkan, boleh pemekaran baru kampung atau distrik, DPRD mesti cermat. Pemerintah dewan bersama masyarakat kedepan semesti ada perubahannya, usulnya.Usulan masukan dewan kepada pemerintah pada dasarnya, Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai menanggapi dengan baik dan menjadi catatan penting bagi Bupati Dogiyai dalam pandangan umumnya dengan harapan komunikasi, konsultasi dan kerjasama antar lembaga.Kondisi anggaran di daerah terjadi pembengkakan honorarium atau tenaga kontrak. Tenaga honor Satpol PP Setda Dogiyai mencapai empat ratus menjadi persoalan di Kabupaten Dogiyai saat ini. Pemerintah dan DPRD bersyukur ada pemekaran Kabupaten Dogiyai, dengan maksud pemerataan pembangunan di daerah. Dewan bersama pemerintah juga siap dan secara bertahap menyelesaikan semua persoalan pembangunan di Kabupaten Dogiyai. Pelayanan kepada masyarakat secara baik dan benar, pegawai rajin masuk kantor kerja dengan sunggguh-sungguh sebagai pelayan kepada masyarakat. Selanjutnya, rapat paripurna ditutup ketua dewan.(don)