Kasus Laka Berbuntut Penembakan dan Penganiayaan
*Laka Korban 2 Jiwa, Amuk Massa 1 Jiwa DOGIYAI – Kecelakaan lalu lintas yang terjadi Selasa (6/5) sekitar pukul 06.15 Wit di tanjakan Epeida Distrik Kamu, telah mengakibatkan 2 orang korban meninggal dunia. Laka lantas terjadi antara truck dengan sepeda motor Yamaha Jupit
Bagikan
*Laka Korban 2 Jiwa, Amuk Massa 1 Jiwa
DOGIYAI – Kecelakaan lalu lintas yang terjadi Selasa (6/5) sekitar pukul 06.15 Wit di tanjakan Epeida Distrik Kamu, telah mengakibatkan 2 orang korban meninggal dunia. Laka lantas terjadi antara truck dengan sepeda motor Yamaha Jupiter. Kedua korban meninggal akibat Laka Lantas yakni pengendara dan seorang yang dibonceng. Kasus ini sempat menjalar hingga terjadi penembakan pihak aparat untuk menghentikan aksi massa. Bahkan, buntut dari Laka tersebut juga menjalar hingga terjadinya penganiayaan oleh massa hingga jatuh korban jiwa seorang warga.
Informasi yang diterima media ini, kronologis kejadian, sekitar pukul 06.15 WIT bertempat di TKP telah terjadi Laka Lantas antar truk dengan sepeda motor Yamaha Jupiter. Setelah melihat korban meninggal dunia, maka pengemudi truk langsung mengamankan diri di Pos Brimob Monamani.
Pada pukul 10.00 WIT, ratusan massa dari Suku Mee membawa jenasah korban Laka Lantas ke Pos Brimob Moanemani dengan membawa senjata tajam berupa panah, parang, tombak, dan batu dan meletakkan jenazah korban di depan Pos Brimob Moanemani. Pihak aparat Brimob sempat mengeluarkan tembakan peringatan untuk membendung aksi massa. Aksi belum berhenti, aksi dilumpuhkan, sejumlah warga mengalami luka tembak.
Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Muhammad Tito Karnavian saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Ketiganya terpaksa dilumpuhkan aparat, karena melakukan penyerangan terhadap Pos Brimob.
“Yang kena tembak tiga orang, mereka terpaksa dilumpuhkan anggota karena menyerang pos dengan membawa senjata tajam. Untuk tiga warga sipil yang meninggal merupakan korban laka lantas dan amuk massa, bukan oleh anggota kami,” tegas Tito, Selasa (6/5).
Kasus ini, jelas Kapolda, bermula ada kecelakaan lalu lintas antara truk dan sepeda motor yang mengakibatkan dua warga setempat meninggal dunia. Masyarakat setempat yang melihat kecelakaan itu mengejar sopir truk yang lari ke pos Brimob, disusul masyarakat berbondong-bondong mendatangi pos Brimob untuk meminta menyerahkan sopir truk.
Kedatangan massa, kata Kapolda, disambut oleh anggota dengan melakukan negosasi secara persuasive, namun massa justru menyerang pos Brimob dengan menggunakan senjata tajam dan lain-lainnya.
”Anggota merasa terancam, sehingga melakukan tembakan peringatan ke atas, namun massa tetap menyerang, sehingga anggota terpaksa mengeluarkan tembakan untuk melumpuhkan massa,” kata Tito.
Kapolda mengakui dari tembakan pelumpuhan oleh anggota, ada tiga masyarakat yang terkena dibagian kaki, dan membuat masyarakat bubar. ”Massa sudah bubar setelah tembakan, namun saat massa akan kembali, ada masyarakat yang dikeroyok sehingga mengakibatkan meninggal dunia,” ungkap dia.
Paska kejadian, Kapolda mengklaim situasi sudah aman dan malam ini akan dilakukan pertemuan antara tokoh masyarakat dan kepolisian dan TNI. Kapolda juga berencana akan berangkat ke Dogiyai bersama Dandrem untuk menyelesaikan masalah tersebut.
”Kapolres langsung terbang mengambil alih situasi dan situasi terkendali. Pangdam sudah memperintahkan Dandim untuk datang ke lokasi dan informasi Bupati yang ada di Nabire akan berangkat ke Dogiyai,” tegas Tito.
Disingung soal keberadaan para korban, Kapolda menambahkan ketiga korban luka tembak telah dievakuasi ke Nabire, demikian juga masyarakat yang menjadi korban pengeroyokan. Sedangkan dua korban laka lantas belum jelas apakah akan dievakuasi ke Paniai atau Nabire. (ros/ist)
Bagikan artikel ini



