SUGAPA, INTAN JAYA - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah terus mengoptimalkan pendekatan persuasif guna meredam dinamika keamanan di Kabupaten Intan Jaya pascameninggalnya Markiana Dwitau, seorang ibu hamil yang menjadi korban penembakan.

​Upaya tersebut diwujudkan melalui komunikasi sosial dan penggalangan bersama dua Tokoh Masyarakat (Tomas) Intan Jaya, Benjamin Kogoya dan Gianus Winda, yang berlangsung di Mapolsek Sugapa pada Rabu (15/7/2026).

​Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Direktur Intelkam Polda Papua Tengah, diwakili oleh PS. Panit 2 Subdit I Dit Intelkam, IPDA John F. Saukoly, S.T., M.M., serta didampingi oleh Kasat Intelkam Polres Intan Jaya, IPTU Yenius Tabuni.

​Dalam dialog hangat tersebut, IPDA John F. Saukoly menekankan pentingnya peran para tokoh masyarakat sebagai jembatan informasi dan penyejuk di tengah duka serta ketegangan warga. Pihak kepolisian mengajak para tokoh untuk bersama-sama menyampaikan pesan-pesan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) secara masif.

​"Kami mengimbau seluruh masyarakat Intan Jaya untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Mari kita fokus menjaga keamanan diri sendiri, keluarga, serta lingkungan masing-masing demi mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan bersama," imbau IPDA John F. Saukoly.

​Senada dengan hal tersebut, Kasat Intelkam Polres Intan Jaya IPTU Yenius Tabuni menambahkan bahwa stabilitas wilayah hanya dapat terwujud jika seluruh elemen masyarakat dan tokoh adat/masyarakat saling mendukung serta mempercayakan penanganan situasi kepada kepolisian.

​Menanggapi imbauan tersebut, Benjamin Kogoya dan Gianus Winda menyambut baik langkah cepat serta pendekatan humanis yang dilakukan oleh Kepolisian. Kedua tokoh masyarakat tersebut berkomitmen untuk membantu menjaga suasana tetap kondusif dan meneruskan imbauan kamtibmas tersebut kepada warga Intan Jaya agar situasi dapat segera pulih dan aman terkendali. (ist)