NABIRE - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire akan melanjutkan program pelatihan pengelasan dan mesin tempel di tahun 2025. Program ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Disnakertrans Nabire, Marselianus Rae, S.Pd, menyampaikan, program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing bagi Orang Asli Papua (OAP). “Kami berharap melalui pelatihan ini, peserta dapat memiliki bekal keterampilan yang cukup untuk membuka usaha sendiri atau bekerja di perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga ahli di bidang pengelasan dan perbaikan mesin tempel,” ujar Marselianus Rae, saat ditemui Papuapos Nabire, Kamis (20/02/2025).

Untuk tahun 2025, Disnakertrans Nabire akan membuka dua jenis pelatihan, yaitu pelatihan pengelasan dan pelatihan mesin tempel. Pelatihan pengelasan akan diikuti oleh 85 peserta, sementara pelatihan mesin tempel akan diikuti oleh 55 peserta. Totalnya, sebanyak 140 peserta akan mengikuti program pelatihan ini.

Pendaftaran untuk pelatihan pengelasan telah dibuka mulai hari ini. Masyarakat asli Papua yang berminat untuk mengikuti pelatihan ini dapat mendaftarkan diri di kantor Disnakertrans Nabire. Sementara itu, pendaftaran untuk pelatihan mesin tempel akan dibuka dalam waktu dekat.

“Kami mengimbau kepada masyarakat asli Papua di Nabire untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Pelatihan ini gratis dan akan dibimbing oleh instruktur-instruktur yang berpengalaman di bidangnya,” katanya.

Lebih lanjut, Marselianus Rae berharap bahwa setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat mandiri secara ekonomi dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah Nabire. “Kami ingin melihat lebih banyak orang asli Papua yang sukses dan berdaya saing di berbagai bidang,” pungkasnya.

Program pelatihan pengelasan dan mesin tempel ini merupakan salah satu upaya Disnakertrans Nabire untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Nabire. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di daerah ini.(sam)