NABIRE - Sebanyak 36 tim Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Nabire, Papua Tengah, siap bersaing memperebutkan gelar juara dalam Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup I Tahun 2026, Selasa (6/10/2026).

Turnamen yang digagas sebagai bagian dari pembinaan sepak bola usia dini tersebut dijadwalkan mulai bergulir pada 13 Oktober 2026 di Lapangan Polairud Polres Nabire, Samabusa, Distrik Teluk Kimi.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, mengatakan Kapolda Cup I tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang perebutan gelar juara. Lebih dari itu, turnamen tersebut diharapkan menjadi pintu lahirnya talenta-talenta muda Nabire yang mampu menembus klub profesional hingga Tim Nasional Indonesia.

“Harapan saya sederhana, dari lapangan ini nanti lahir anak-anak Nabire yang menjadi pemain profesional, bahkan suatu saat bisa memakai jersey Timnas Indonesia. Karena itu, mereka harus diberikan ruang untuk bertanding, berlatih dan menunjukkan kemampuan sejak usia dini,” kata Jermias saat menghadiri technical meeting bersama panitia dan official tim.

Menurut Jermias, pembinaan sepak bola tidak dapat dilakukan secara instan. Kompetisi harus digelar secara berkelanjutan agar para pemain muda memiliki pengalaman bertanding, sekaligus kesempatan mengembangkan kemampuan.

Karena itu, ia mendorong agar Kapolda Cup maupun kompetisi pelajar lainnya dapat menjadi agenda rutin di Kabupaten Nabire.

“Kita akan berupaya agar kegiatan olahraga, khususnya sepak bola, bisa terus berlangsung di Kabupaten Nabire. Saya percaya, kalau anak-anak diberikan wadah dan kesempatan, dari sinilah kita bisa menemukan bibit-bibit atlet yang nantinya berkembang menjadi pemain profesional,” ujarnya.

Jermias juga mengapresiasi panitia Golden Generation Nabire Papua Tengah yang telah mempersiapkan pelaksanaan Kapolda Cup I. Ia mengungkapkan, gagasan penyelenggaraan turnamen tersebut berawal dari komunikasi melalui akun TikTok miliknya. Sejumlah anak muda menyampaikan keinginan untuk menggelar kompetisi sepak bola di Nabire.

“Awalnya saya mendapat chat melalui akun TikTok. Anak-anak ini menyampaikan keinginan untuk menyelenggarakan turnamen. Sebelumnya kita juga sudah melaksanakan turnamen mini soccer di Mimika. Kemudian saya panggil panitia, kita duduk bersama dan akhirnya sepakat turnamen ini dilaksanakan,” ungkapnya.

Kapolda Rontini juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan kompetisi tersebut sebagai ruang untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun karakter dan sportivitas.

“Jadikan turnamen ini sebagai ajang menunjukkan kemampuan dan membangun sportivitas. Bermainlah sesuai aturan, hormati lawan dan bertanding dengan fair play. Wasit juga harus menjalankan tugas secara profesional dan adil,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kapolda Cup I 2026, Rexsi Y. Rumakiek, mengatakan jumlah peserta yang mendaftar mencapai 36 tim. Jumlah tersebut melampaui target awal panitia yang hanya menargetkan 32 tim.

Antusiasme peserta tidak hanya datang dari sekolah-sekolah yang berada di pusat Kabupaten Nabire. Sejumlah tim bahkan harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

SMP Negeri 1 Moor dan SMP Negeri 1 Napan, misalnya, harus menempuh perjalanan menggunakan speedboat untuk mengikuti turnamen. Sementara SMP Negeri 1 Yaur datang dari wilayah yang berjarak sekitar 100 kilometer.

Menurut Rexsi, tingginya antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak di daerah memiliki semangat dan potensi besar untuk berkembang apabila diberikan ruang dan kesempatan.

“Bagi kami, ini bukan sekadar turnamen. Ini adalah bentuk kepercayaan kepada anak-anak muda di Nabire, khususnya kami yang berada di wilayah Timur. Kami memang berada di daerah pinggiran kota, tetapi hari ini kami diberikan kesempatan untuk membuat sebuah kegiatan besar yang bisa mempertemukan anak-anak dari berbagai sekolah,” tuturnya.

Ia mengatakan, kehadiran peserta dari berbagai wilayah justru menjadi motivasi bagi panitia untuk menyelenggarakan turnamen secara maksimal. “Ketika anak-anak dari Moor, Napan, Yaur dan sekolah-sekolah lainnya mau datang jauh-jauh untuk bermain, kami melihat ada semangat yang luar biasa. Mereka tidak hanya datang membawa tim, tetapi membawa mimpi. Tugas kami adalah menjaga agar mimpi itu tetap hidup dan memberikan mereka panggung untuk mewujudkannya,” katanya.

Rexsi menegaskan, seluruh peserta Kapolda Cup I Tahun 2026 tidak dipungut biaya alias gratis. Selain memperebutkan piala bergilir dan piala tetap, para peserta juga akan mendapatkan medali, piagam dari Kapolda Papua Tengah serta uang pembinaan.

Juara pertama akan menerima uang pembinaan sebesar Rp25 juta, juara kedua Rp20 juta, juara ketiga Rp15 juta dan juara keempat Rp10 juta. Panitia juga menyiapkan penghargaan bagi pemain terbaik, top skor dan kiper terbaik. Masing-masing kategori mendapatkan trofi serta uang pembinaan sebesar Rp2 juta.

Dukungan terhadap penyelenggaraan Kapolda Cup I turut disampaikan Official SMP Negeri 2 Nabire, Yosep Ohoiwutun. Ia menilai turnamen tersebut menjadi salah satu kompetisi pelajar dengan jumlah peserta terbesar yang pernah digelar di Kabupaten Nabire.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak Kapolda Papua Tengah karena sudah memberikan kesempatan kepada anak-anak sekolah untuk mengikuti turnamen sebesar ini. Kami sangat senang, karena biasanya turnamen pelajar hanya diikuti sekolah-sekolah tertentu dan pesertanya tidak sampai 10 tim,” kata Yosep.

Ia berharap Kapolda Cup tidak berhenti pada penyelenggaraan perdana, tetapi dapat digelar secara rutin setiap tahun dan dikembangkan dengan jumlah peserta yang lebih besar.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini jangan berhenti sampai di sini. Kalau bisa dilaksanakan setiap tahun, bahkan dibuat lebih besar lagi. Anak-anak usia dini membutuhkan kompetisi seperti ini supaya mereka punya pengalaman, mental bertanding dan kesempatan menunjukkan bakatnya,” ujarnya.

Yosep optimistis kompetisi yang digelar secara konsisten dapat membuka jalan bagi lahirnya pemain-pemain berbakat dari Nabire. “Mungkin hari ini mereka hanya bermain di lapangan sekolah, tetapi bukan tidak mungkin suatu hari nanti ada yang bermain untuk klub profesional atau bahkan Timnas Indonesia,” pungkasnya. (luk)