DPR Papua Tengah Bahas Raperdasi dan Raperdasus Non-APBD 2026
Menurutnya, setiap regulasi yang dibentuk harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, serta karakteristik wilayah Papua Tengah.
Pencarian
238 artikel cocok dengan pencarian Anda.
Menurutnya, setiap regulasi yang dibentuk harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, serta karakteristik wilayah Papua Tengah.
Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan.
Pertemuan penting tersebut merupakan tindak lanjut langsung atas surat edaran dari Kementerian Pertanian tertanggal 15 September 2026 yang mengatur tentang tata cara penginputan e-RDKK kelompok tani.
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengemukakan bahwa perubahan postur anggaran ini dirumuskan berlandaskan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Perubahan (RKPDP) 2026.
Paulinus menjelaskan, di balik setiap aliran listrik yang disalurkan, terdapat berbagai aktivitas kehidupan masyarakat yang terus bergerak mulai dari anak-anak yang belajar, keluarga yang beraktivitas hingga pelaku usaha yang menjalankan bisnisnya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama DPR setempat menyepakati Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026.
Enam fraksi yang menyampaikan pandangan akhir yakni Fraksi Partai Golkar, Demokrat, PDI Perjuangan, NasDem, Persatuan Nurani Indonesia (PNI), dan Gerakan Amanat Bangsa (GAB).
Penandatanganan berlangsung dalam rapat paripurna DPR Papua Tengah di Gedung DPR Papua Tengah, Kamis (24/9/2026), dipimpin Ketua DPR Papua Tengah Delius Tabuni dan dihadiri Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, unsur pimpinan DPR, Forkopimda, Badan Anggaran DPR, Sekda Papua Tengah serta jajaran pemerintah daerah.
Meki mengatakan, perubahan APBD bukan sekadar penyesuaian angka anggaran, tetapi menjadi instrumen untuk memastikan kebijakan fiskal daerah tetap responsif terhadap kondisi aktual sekaligus konsisten dengan arah dan sasaran pembangunan.
Peparda I Papua Tengah mengusung tema ‘Paralimpik Bersinar, Daerah Bergelora’. Sebanyak lima cabang olahraga dipertandingkan, yakni atletik, bulu tangkis, tenis meja, karate dan catur.