Kwarcab Nabire Ajak Semua Pihak Bersinergi Perkuat Gerakan Pramuka
Chepy menilai kolaborasi lintas sektor semakin penting di tengah perkembangan era digital yang menghadirkan tantangan baru dalam pembinaan karakter generasi muda.

NABIRE - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Nabire, Papua Tengah, mengajak pemerintah daerah, lembaga pendidikan, orang tua, tokoh masyarakat hingga sektor swasta untuk memperkuat sinergi dalam pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka.
Ajakan tersebut disampaikan Sekretaris Kwarcab Nabire, Chepy Karubuy, saat dihubungi melalui telepon, Selasa (6/10/2026). Menurutnya, penguatan Gerakan Pramuka tidak dapat hanya mengandalkan pengurus kwartir dan pembina di sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Chepy menilai kolaborasi lintas sektor semakin penting di tengah perkembangan era digital yang menghadirkan tantangan baru dalam pembinaan karakter generasi muda.
“Pramuka adalah milik kita bersama. Untuk mencetak generasi muda Nabire yang tangguh, mandiri dan berkarakter, kita membutuhkan dukungan dari semua elemen. Pembina di sekolah, dukungan orang tua, hingga fasilitasi dari pemerintah dan swasta sangat menentukan arah kemajuan Pramuka ke depan,” ujarnya.
Ia mengatakan, Gerakan Pramuka tidak sekadar menjadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Lebih dari itu, Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab serta jiwa kepemimpinan generasi muda berdasarkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.
Karena itu, Kwarcab Nabire terus mendorong penguatan pembinaan pada seluruh tingkatan kepramukaan, mulai dari Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega.
Salah satu langkah yang disiapkan yakni meningkatkan kapasitas para pembina melalui pelaksanaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) secara berkala.
Menurut Chepy, peningkatan kualitas pembina menjadi bagian penting agar kegiatan kepramukaan mampu berkembang secara kreatif, inovatif dan adaptif mengikuti perubahan zaman serta karakter generasi muda saat ini.
Selain peningkatan kapasitas pembina, Kwarcab Nabire juga mendorong aktivasi kembali Gugus Depan (Gudep) di sekolah-sekolah melalui pembinaan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
“Gugus Depan harus kembali aktif dan menjadi pusat pembinaan anggota Pramuka di sekolah. Kita juga mendorong pembentukan Gudep berbasis komunitas maupun wilayah agar jangkauan pembinaan semakin luas,” jelasnya.
Di sisi lain, Kwarcab Nabire terus mendorong keterlibatan pemerintah daerah dan sektor swasta, terutama dalam mendukung penyediaan sarana dan prasarana kepramukaan serta pelaksanaan kegiatan sosial dan bakti masyarakat.
Sinergi tersebut dinilai dapat membuat Gerakan Pramuka tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga semakin hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan karakter dan pengabdian kepada masyarakat.
Chepy berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan dapat menjadikan Gerakan Pramuka di Kabupaten Nabire semakin aktif, inovatif dan relevan dengan tantangan zaman.
“Penguatan Gerakan Pramuka merupakan investasi sumber daya manusia. Kita ingin generasi muda Nabire dan Papua Tengah tumbuh menjadi pribadi yang kuat karakternya, disiplin, mandiri, bertanggung jawab dan siap menjadi pemimpin di masa depan,” pungkasnya. (luk)
Bagikan artikel ini



