NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berupaya menjaga keindahan dan keasrian ruang publik di daerah ini. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian khusus saat ini adalah kawasan Taman Gizi yang kerap menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Kepala DLH Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, ST., MT., menyampaikan imbauan penting kepada para pedagang yang berjualan di kawasan tersebut. Ia mengajak seluruh pedagang agar lebih tertib dalam mengelola sampah sisa aktivitas berjualan sehari-hari.

“Ketika Taman Gizi itu bersih, indah, asri, pasti pengunjungnya semakin ramai. Berarti menambah rezeki kepada para pedagang,” ujar Arfan saat ditemui Papuapos Nabire di ruang kerjanya, Selasa (6/10/2026).

Arfan berharap para pedagang dapat bekerja sama merawat kebersihan lingkungan sekitar tempat usaha mereka. Para pedagang diminta untuk mengumpulkan sampah dengan baik serta melakukan pemilahan dari sumbernya guna memudahkan proses pengangkutan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan sampah plastik tertentu seperti botol minuman kemasan memiliki nilai ekonomis yang dapat dimanfaatkan kembali. DLH Nabire mempersilakan para pedagang untuk mengumpulkan botol-botol tersebut dan membawanya ke unit bank sampah kantor DLH.

“Kalau sudah terkumpul sekian kilo bawa ke bank sampah unit kami yang ada di kantor. Kami siap menerima botol-botol itu nanti ditimbang, kami hargai dengan harga Rp1.200 per kilo,” tambahnya.

Langkah pemilahan sampah dari sumber ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan sampah berlebih di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sebagai bentuk komitmen nyata, pihak DLH juga telah menyediakan satu unit kontainer sampah gratis di samping pos kota untuk memudahkan pembuangan. Pihaknya berharap kolaborasi yang baik ini dapat mewujudkan Taman Gizi Nabire yang bersih, nyaman dan mendatangkan berkah bagi para pedagang. (sam)