DOGIYAI - Petani terus dikembangkan dan ditingkatkan dalam mengembangkan usaha kopi, selain itu memahami perawatan kopi dalam meningkatkan kualitas mutu produksinya. Hal ini disampaikan Frans Noboba, Kepala Bidang Perlindungan Tanaman Dinas Perkebunan Propinsi Papua, saat menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) di Aula Pemda Dogiyai, Selasa (11/10/2016). Menurut Frans, kegiatan Bimtek kepada petani kopi ini juga sebagai upaya untuk membantu para petani untuk memahami perawatan kopi dan meningkatkan kualitas mutu produksinya. Dengan tema “Kegiatan Intensifikasi dan Rehabilitasi Tanaman kopi,”. Ia mengatakan, pihaknya difokuskan memberikan materi tentang bagaimana cara merawat kopi berkualitas ekspor, juga untuk mengangkat citra kopi Dogiyai di pasar global, juga  para petani kopi bagaimana cara memangkas kopi dan cara merawat kopi yang benar.“Untuk mengembangkan komoditas kopi di Papua, kami telah melakukan koordinsasi dengan para petani kopi yang ada di tanah Toraja, sehingga melalui Bimtek ini diharapkan para petani Kopi Arabika dapat memahami materi dan praktek cara merawat kopi untuk memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran,” katanyaIa mengaku, produk minuman dari bahan dasar kopi kini semakin beragam hingga potensi pangsa pasar hasil olahan berbahan dasar kopi semakin besar dan menjanjikan. Dengan kondisi itu, lanjutnya, maka Pemprov melalui Dinas Perkebunan Papua mendorong guna mengembangkan petani kopi agar petani bisa menghidupinya.Kegiatan Bimtek ini diikuti 100 peserta yang berasal dari para petani kopi dan ketua-ketua kelompak tani yang ada di kabupaten Dogiyai.Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian  dan Perkebunan  Dogiyai,  Emanuel Dogomo, meminta kepada para petani kopi agar terus menanam kopi. Sebab, kopi sangat bermutu dan sudah terkenal sampai di Negara Belanda.“Saya minta kepada semua petani menanam kopi sehingga pendapatan masyarakat akan meningkat dan bisa bersaing dengan petani di luar pulau Papua,” ujarnya.  (gus)