Hengki Makai, Mahasiswa UT Nabire, Harapkan Bantuan “Kado Natal” dari Pemprov Papua Tengah
Menurut Hengki, pada perayaan Natal tahun sebelumnya, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa telah menyalurkan bantuan bagi sejumlah sekolah tinggi dan perguruan tinggi di wilayah Papua Tengah, meliputi Kabupaten Nabire dan Mimika.

NABIRE – Mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) yang menempuh pendidikan di Universitas Terbuka (UT) Nabire menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Mereka berharap bantuan dana pendidikan atau "kado Natal" dari pemerintah daerah dapat turut menyasar mahasiswa UT pada momentum Natal mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh Hengki Makai, mahasiswa semester enam Fakultas Hukum Universitas Terbuka, mewakili rekan-rekan sesama mahasiswa OAP.
Menurut Hengki, pada perayaan Natal tahun sebelumnya, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa telah menyalurkan bantuan bagi sejumlah sekolah tinggi dan perguruan tinggi di wilayah Papua Tengah, meliputi Kabupaten Nabire dan Mimika.
Namun, ia mencatat bahwa mahasiswa Universitas Terbuka belum tersentuh secara optimal dalam program bantuan tersebut.
"Pada Natal kemarin, Pak Gubernur Meki Nawipa membantu sekolah-sekolah tinggi di Papua Tengah, Di sini ada Universitas Terbuka dengan sentra belajar di Nabire dan Timika, di mana banyak Orang Asli Papua yang sedang berkuliah," ujar Hengki, Rabu (7/10/2026).
Ia berharap, jika Pemerintah Provinsi Papua Tengah kembali memprogramkan bantuan pendidikan berupa kado Natal pada Desember mendatang, pihak Universitas Terbuka dapat menjadi salah satu prioritas penerima bantuan.
Sebagai mahasiswa OAP yang berjuang menyelesaikan pendidikan tinggi, Hengki mengatakan bahwa dukungan dari pemerintah daerah sangat penting bagi keberlangsungan studi mereka. Pasalnya, pemerintah provinsi menjadi tempat utama bagi mahasiswa lokal untuk mengantungkan harapan dukungan finansial pendidikan.
"Kami berharap apabila Desember mendatang ada kado Natal dan pemerintah ingin membantu lagi, tolong ingat kami juga. Karena kami ini juga Orang Asli Papua, dan jika tidak dibantu oleh Bapak Pemerintah Provinsi Papua Tengah, tidak ada pihak lain yang dapat membantu kami," pungkasnya.(Ppn)
Bagikan artikel ini



