Dari Mengirim Siswa ke Luar Papua, Intan Jaya Mulai Bangun Ekosistem Pendidikan Sendiri
Selama ini, kata Aner, sejumlah siswa Intan Jaya harus dikirim ke luar Papua untuk melanjutkan pendidikan.

SUGAPA - Selama bertahun-tahun, keterbatasan fasilitas pendidikan membuat sejumlah anak asal Kabupaten Intan Jaya harus meninggalkan tanah kelahiran untuk melanjutkan pendidikan. Jarak yang jauh menjadi bagian dari perjalanan mereka mengejar cita-cita.
Kini, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya mulai membangun harapan agar anak-anak daerah itu tidak selamanya harus pergi jauh hanya untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Harapan tersebut perlahan diwujudkan melalui pembangunan sekolah, asrama, perumahan guru, serta berbagai fasilitas pendukung pendidikan di Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya.
Bupati Intan Jaya Aner Maisini menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas dukungan tersebut. Menurutnya, keterlibatan pemerintah provinsi menjadi langkah penting dalam memperkuat sektor pendidikan di daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
Apresiasi itu disampaikan Aner saat menerima Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah, bersama rombongan yang meninjau langsung lokasi pembangunan sekolah pola asrama di Sugapa, Senin (24/8/2026).
“Hari ini kami Pemerintah Kabupaten Intan Jaya mengucap syukur atas kunjungan Ibu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah. Saya sebagai Bupati menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan membantu kami Kabupaten Intan Jaya membangun sebuah asrama permanen,” ujar Aner.
Asrama permanen tersebut dirancang untuk menampung sekitar 120 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA.
Bagi pemerintah daerah, keberadaan asrama bukan sekadar menyediakan tempat tinggal bagi siswa. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang lebih terintegrasi, terutama bagi anak-anak yang berasal dari wilayah dengan akses pendidikan terbatas.
Selama ini, kata Aner, sejumlah siswa Intan Jaya harus dikirim ke luar Papua untuk melanjutkan pendidikan.
“Selama ini kami kirim siswa ke luar Papua. Dengan kapasitas dan sarana yang dibantu oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah, dalam hal ini Dinas Pendidikan, kami sampaikan terima kasih. Ini sangat membantu,” katanya.
Pembangunan fasilitas pendidikan di Sugapa diharapkan dapat menjadi salah satu jawaban atas persoalan tersebut.
Tidak hanya asrama, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya juga menyiapkan pembangunan gedung sekolah. Salah satu yang akan dibangun adalah gedung SMP dua lantai dengan enam ruang kelas.
Tiga ruang kelas akan berada di lantai bawah dan tiga ruang kelas lainnya di lantai atas.
“Tahun ini kami akan mulai membangun sekolah SMP dua lantai, enam kelas, tiga kelas di bawah dan tiga kelas di atas. Kemudian SMA, perumahan guru, serta asrama dan sarana lainnya yang dibantu oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah,” jelas Aner.
Rencana pembangunan itu menunjukkan bahwa kebutuhan pendidikan di Intan Jaya tidak hanya berkaitan dengan ruang kelas. Keberadaan guru, tempat tinggal siswa, serta fasilitas pendukung lainnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan.
Pembangunan juga tidak berhenti pada tahun ini. Aner mengatakan sejumlah fasilitas pendukung akan dilanjutkan pada tahun berikutnya, termasuk pembangunan pagar dan sarana penunjang lainnya.
Pemerintah daerah berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga fasilitas yang dibangun segera dimanfaatkan oleh anak-anak Intan Jaya.
Lebih jauh, pembangunan infrastruktur pendidikan tersebut membawa sebuah cita-cita: menciptakan sumber daya manusia yang tumbuh dan berkembang dari tanah Intan Jaya sendiri.
“Sehingga kita bisa menciptakan sumber daya manusia dari Intan Jaya untuk Intan Jaya,” tegasnya.
Cita-cita tersebut menjadi penting di tengah kebutuhan pembangunan daerah yang membutuhkan generasi muda terdidik dan memiliki kemampuan untuk kembali berkontribusi di tanah kelahirannya.
Jika sebelumnya keterbatasan fasilitas membuat anak-anak Intan Jaya harus menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman, pembangunan sekolah dan asrama di Sugapa diharapkan perlahan mengubah keadaan.
Sekolah dibangun. Asrama disiapkan. Guru diupayakan mendapat tempat tinggal yang memadai.
Semua itu menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang pendidikan yang lebih dekat dengan anak-anak Intan Jaya.
Karena pada akhirnya, membangun pendidikan bukan hanya tentang mendirikan gedung dan ruang kelas. Lebih dari itu, pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk memastikan anak-anak di Intan Jaya memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan kelak membangun daerahnya sendiri.
Aner berharap dukungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah terhadap pembangunan pendidikan di Intan Jaya dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi generasi muda.
“Terima kasih atas kedatangan Ibu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah. Tuhan memberkati dalam setiap tugas dan pelayanan,” pungkas Aner. (ist)
Bagikan artikel ini



