NABIRE - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd, menyatakan pemerintah kabupaten telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menangani musibah kebakaran luar biasa yang melanda wilayah Nabire.

“Satgas ini kita bentuk dan semua dilibatkan, baik itu dari Pemerintah Kabupaten Nabire, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, kita semua libatkan,” ujar Yulianus saat diwawancarai di Aula RRI, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, kebakaran yang terjadi di Nabire sudah berada di tahap luar biasa dan membutuhkan pemikiran secara bersama dari seluruh elemen masyarakat di tingkat kota, distrik hingga kampung-kampung.

Ia menjelaskan, dampak kebakaran tidak hanya menghancurkan sumber pangan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat serta melumpuhkan aktivitas penting seperti penerbangan di bandara dan kegiatan belajar anak-anak sekolah.

Pemerintah daerah telah mendata setiap distrik dan kampung serta berkoordinasi dengan para kepala distrik, seperti Distrik Siriwo, untuk membentuk tim penyaluran beras dan bantuan logistik langsung ke lokasi terdampak.

Mengantisipasi krisis kekeringan dan kesulitan air bersih yang melanda beberapa wilayah, seperti Nabire Barat akibat kemarau panjang, pemerintah telah memprogramkan pembuatan sumur bor serta pengadaan mobil tangki air.

“Sumur bor memang bantuan dari BNPB belum datang, tetapi kita pasti akan mulai mengerjakan dari pemerintah, kabupaten dan kami juga rapat kemarin agar seluruh pengusaha-pengusaha yang ada di Nabire, bank, BUMN, BUMD, dan kontraktor ikut membantu,” tambahnya.

Sekda Nabire juga mengimbau seluruh Puskemas, rumah sakit dan klinik di daerah ini untuk siaga penuh memberikan pelayanan kesehatan optimal bagi warga yang terdampak gangguan kesehatan akibat bencana.

Terkait ancaman kekeringan di sentra pertanian, pemerintah daerah telah menginstruksikan penghentian sementara pekerjaan irigasi non-darurat agar pasokan air dapat dialihkan sepenuhnya untuk mengairi lahan pertanian warga.

Pihak Satgas Penanganan Bencana kini membuka posko pengaduan di aula Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Nabire agar masyarakat dapat segera melaporkan kendala kekeringan maupun kekurangan pangan untuk ditindaklanjuti dengan cepat. (sam)