NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan serah terima sertifikat badan usaha bagi Orang Asli Papua (OAP). Acara yang berlangsung di Aula RRI, Kamis (27/8/2026) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman regulasi perizinan sekaligus memberdayakan pengusaha lokal.

Kepala DPMPTSP Nabire, Engel Bertus Magai, S.Pd, menjelaskan program pemberdayaan ini dibiayai sepenuhnya oleh dana Otonomi Khusus (Otsus). Pada tahun ini, sebanyak 51 pengusaha OAP telah resmi terdaftar dalam sistem dan berhak menerima sertifikat legalitas usaha dengan nilai pembiayaan mencapai Rp18 juta per orang.

Terkait penggunaan dana Otsus tersebut, Engel Bertus menegaskan seluruh alokasi difokuskan pada pembentukan legalitas usaha, bukan untuk biaya konsumtif. Selain memberikan arahan terkait perizinan usaha, Kepala DPMPTSP juga menyempatkan diri untuk menyampaikan imbauan penting terkait kondisi cuaca ekstrem di Kabupaten Nabire.

Mengingat wilayah tersebut sedang memasuki musim kemarau, ia meminta seluruh pihak untuk tidak sembarangan membakar lahan demi menjaga kesehatan dan lingkungan.

Sementara itu, Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si, dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran DPMPTSP yang terus berupaya menciptakan lapangan kerja mandiri. Ia menekankan, masyarakat asli Papua harus bisa menjadi tuan di atas tanahnya sendiri, tidak hanya melalui jabatan politik, tetapi juga dalam bidang wirausaha.

Menyuntikkan semangat kepada para pengusaha baru yang hadir, Bupati Mesak membagikan pandangannya tentang filosofi hidup yang sederhana namun bermakna. “Kami orang Papua ini tidak bermimpi untuk jadi kaya, tapi kami berupaya untuk hidup baik, sehat, bahagia dan Sejahtera. Itu saja sudah cukup,” ungkapnya dengan hangat.

Bupati Mesak juga menyoroti besarnya potensi perputaran ekonomi di Provinsi Papua Tengah yang saat ini berpusat di Nabire. Dengan estimasi perputaran uang mencapai sekitar Rp14 triliun dari berbagai sektor pemerintahan dan swasta, ia berharap para pengusaha lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran aktif.

Ia mencontohkan peluang nyata yang ada di depan mata, seperti penyediaan pasokan bahan pangan segar untuk sektor perhotelan berskala besar di Nabire. “Hotel Swiss Bell berkelas terbesar di Nabire provinsi Papua Tengah, maka mereka tidak perlu datangkan ikan dari luar. Ikan segar kita pasarannya di perhotelan,” jelasnya.

Lebih lanjut, bupati memberikan strategi taktis bagi para pemilik badan usaha agar tetap bisa mendapatkan akses perputaran ekonomi dan kemitraan proyek.

“Sertifikat usaha yang sedang dimiliki, pasang papan nama depan rumah. Bagi mereka yang pintar mendapatkan kegiatan fisik dari provinsi atau kabupaten, nanti mereka bisa pinjam juga sehingga bisa memperoleh keuntungan,” sarannya.

Di penghujung sambutannya, Bupati Nabire secara resmi membuka kegiatan Bimtek tersebut dengan harapan program ini membawa berkah bagi perekonomian keluarga dan daerah.

“Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Kuasa, kegiatan Bimtek dalam rangka peningkatan pemahaman serta kepatuhan terhadap regulasi perizinan dengan secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung penuh keakraban ini ditutup dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Salah satu peserta Bimtek, Jhon Magai, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire atas dukungan nyata yang telah diberikan bagi para pengusaha OAP. (sam)