DOGIYAI -  Melongok ke belakang beberapa tahun silam, Cabang Olaraga (Cabor) Persatuan Tinju Nasional (Pertina) Kabupaten Dogiyai kala itu dibawa kepemimpinan Alm. Metu Tebai sempat mengharumkan nama Kabupaten Dogiyai di kancah daerah hingga nasional. Konon vakum setelah kematian Metu.

Lantaran itu, Simon Petrus Pekei yang kini mengendalikan palu sidang DPRD Kabupaten Dogiyai pada posisi Wakil Ketua I ini berkomitmen untuk bangkitkan dan kembalikan prestasi Pertina Dogiyai, usai ia dipercayakan sebagai Ketua Cabor Pertina Kabupaten Dogiyai.

“Kami sudah bicarakan bersama dengan sekretaris Pertina, Pa Yakobus Dogomo dan kini saya dipercayakan sebagai Ketua Pertina Dogiyai. Saya akan berusaha untuk Dogiyai kembali terkenal melalui prestasi tinju,” kata S. P. Pekei melalui messenger kepada wartawan, Sabtu (22/5/21).

S. P. Pekei mengemukakan perestasi Cabor tinju, Dogiyai tidak kalah saing dengan daerah lain baik event di tingkat daerah maupun event nasional. Banyak prestasi yang masih tercatat rapi dan Dogiyai tenar saat itu, tapi kini nama Dogiyai di dunia pertinjuan telah tenggelam hampir 3 tahun kebelakang.

“Nama Pertina Kabupaten Dogiyai adalah Cabor yang dikenal di daerah sampai dengan nasional. Tiga Kali Kejurnas Pertina Kabupaten Dogiyai mewakili Pertina Papua pernah meraih juara umum 1 kali, dan juara harapan 2 kali di kancah nasional. Sementara di daerah, Pertina Kabupaten Dogiyai sangat dikenal baik oleh seluruh Pertina kab/kota di Papua dan Papua Barat, dengan meraih 8 kali juara umum pada Kejurda. Namun demikian, 3 tahun terakhir ini perkembangan tinju di Dogiyai vakum sehingga tidak ada satupun atlet tinju dari Kabupaten Dogiyai yang akan mewakili PON XX  Papua,” beber Simpetu sapaan akarabnya.

Padahal menurut S. P. Pekei, Cabor tinju memiliki keunikan tersendiri yang mesti menjadi pelajaran bagi kita semua adalah setiap atlet tinju tentu mentalnya kuat dan fisiknya pun sehat, berbeda dengan atlet cabor lain.

S. P. Pekei berkomitmen untuk membangkitkan kembali Cabor Pertina Dogiyai. Apalagi, kata dia, Segudang potensi anak muda Dogiyai kini masih tersimpan dan harus dibangkitkan. Sala satunya Ia merilik generasi muda yang rentang terjerumus dan telah terjerumus dalam penyakit sosial seperti miras dan lain-lain.

“Kami akan rangkul seluruh anak muda yang selama ini terjerumus dalam sejumlah penyakit sosial seperti miras dll. Kami  siap melatih anak muda menjadi orang yang bermental baja dan fisik yang baik. Pertina Dogiyai juga akan bekerja sama dengan Sejumlah sekolah yang ada di lingkungan kab Dogiyai,” kata pekei. (eby)