Cegah Kekerasan Anak, DP3A Siapkan Program Khusus Lewat MPLS Sekolah

NABIRE - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Nabire menyiapkan langkah strategis untuk meminimalisir kasus kekerasan dan pembunuhan anak, seperti insiden yang baru-baru ini terjadi di Waroki.
Kepala Seksi Perempuan dan Anak DP3A Kabupaten Nabire, Nurmawati, saat ditemui Papuapos Nabire, di ruang kerjanya, Kamis (13/8/2026), menegaskan bahwa pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk memberikan sosialisasi kepada para siswa saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mendatang.
Dalam sosialisasi tersebut, DP3A akan mengedukasi anak-arank mengenai bentuk-bentuk kekerasan sekaligus menjelaskan konsekuensi hukum dan sosial yang harus mereka hadapi jika melakukan tindakan tersebut.
Nurmawati menjelaskan, sebagian besar anak yang menjadi pelaku kekerasan berawal dari korban tekanan atau perundungan (bullying), sehingga pihaknya fokus memberikan pemahaman solusi yang tepat dalam menghadapi tekanan mental.
Menurutnya, anak-anak Gen Z saat ini sangat rentan terkontaminasi oleh informasi digawai (gadget) tanpa panduan penyelesaian masalah yang bijak, di mana internet kerap memberikan ruang tanpa pertimbangan moral yang matang.
Oleh karena itu, DP3A mendorong anak-anak agar lebih kritis terhadap masa depan serta mampu mem-filter setiap masalah yang dihadapi sebelum mengambil keputusan gegabah yang merugikan.
Selain edukasi siswa, DP3A juga akan berkoordinasi secara intensif dengan pihak sekolah, khususnya guru Bimbingan Konseling (BK), agar lebih responsif dalam menangani setiap pengaduan maupun konflik antarsiswa. (sam)
Bagikan artikel ini



