NABIRE - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) secara resmi meresmikan 36 titik sumur bor melalui Program TNI Manunggal Air di Kampung Lani, Distrik Teluk Kimi, wilayah Komando Resor Militer (Korem) 173/Praja Vira Braja, Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih, Rabu (10/12/2025). Program ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam mengatasi kesulitan rakyat, khususnya dalam penyediaan air bersih dan sanitasi layak.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih, baik untuk konsumsi sehari-hari maupun untuk mendukung irigasi pertanian. 

Sebanyak 36 titik sumur bor telah berhasil dibangun dengan kedalaman sumber air bervariasi antara 30meter hingga 45 meter. Di Kampung Lani, program ini memberikan manfaat langsung kepada 80 Kepala Keluarga (KK).

Selain sumur bor, TNI AD juga melaksanakan pipanisasi dan pembangunan satu buah bak air yang secara khusus akan melayani tiga rumah ibadah (gereja) dengan total penerima manfaat mencapai 550 jemaat. 

Program ini juga mencakup peningkatan kualitas permukiman masyarakat, yaitu renovasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembuatan satu unit dapur sehat dan satu unit Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) komunal yang terdiri dari dua kamar mandi dan dua WC.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang sudah dibangun. 

“Harapan kami, sumur bor yang sudah ada agar selalu dijaga dan semoga bermanfaat bagi warga masyarakat setempat,” ujar Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak saat peresmian. 

Ia menegaskan kembali komitmen TNI AD untuk bekerja keras mengatasi setiap kesulitan dan membantu menyelesaikan permasalahan bangsa Indonesia.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, turut menyampaikan apresiasinya yang mendalam. Ia memuji terobosan yang dilakukan oleh TNI AD, terutama di bawah kepemimpinan Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak.

Gubernur Meki Nawipa menggarisbawahi bahwa program TNI Manunggal Air dan pembangunan infrastruktur seperti dapur sehat merupakan bukti kerja nyata yang bunyinya lebih nyaring daripada sekadar bicara. 

"Ini bagian daripada program yang menunggal air bersih ini, dengan rumah yang di depan mata ini, bukan hanya bicara-bicara saja. Kerja nyata, bunyinya lebih nyaring daripada bicara-bicara," tegasnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk berkolaborasi. "Kami juga terbatas, pemerintah kabupaten juga tidak bisa buat banyak. Tapi kita kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, gereja dan masyarakat. Saya pikir bangsa yang besar yang Tuhan kasih ini, kita bisa membuat terobosan," tambahnya, seraya berharap kolaborasi ini dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Perwakilan Tokoh Pemuda, Yopi Wonda, mewakili masyarakat setempat, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kasad TNI Angkatan Darat. Ia mengaku terharu atas pembangunan sumur bor, MCK, dan renovasi RTLH yang merupakan bukti nyata kepedulian TNI.

Acara peresmian ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk para Pejabat Utama (PJU) Mabesad, Pangdam XVII/Cenderawasih, Kapolda Papua Tengah, Wakil Bupati Kabupaten Nabire serta Forkopimda Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Nabire. 

Turut hadir pula Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana beserta pengurus pusat, Danrem 173/PVB, para Asisten, Kabalak Kodam serta tokoh adat (Ondo Api, Ondo Pue), tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Secara khusus, disampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program TNI Manunggal Air di wilayah Kampung Lani, Distrik Teluk Kimi, Nabire. Dukungan dari pemerintah daerah, Polri, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.

Gubernur Meki Nawipa menutup sambutannya dengan harapan dan doa. "Semoga awal-awalnya ini akan menjadi berkat terus ke depan," tutupnya, seraya berharap masyarakat dapat memanfaatkan dan memelihara dengan baik seluruh bantuan yang telah diberikan, termasuk rumah yang bagus dan air yang bersih.(sam)