Nabire Panas, Cuaca 31°C Terasa 36 Derajat Celsius
Suhu saat ini di Nabire, Papua Tengah adalah 31 Derajat Celsius (°C) dengan kondisi langit didominasi cerah (mostly sunny). Namun, karena tingginya kelembapan udara, suhu udara di luar ruangan akan terasa seperti 36°C.

NABIRE - Suhu saat ini di Nabire, Papua Tengah adalah 31 Derajat Celsius (°C) dengan kondisi langit didominasi cerah (mostly sunny). Namun, karena tingginya kelembapan udara, suhu udara di luar ruangan akan terasa seperti 36°C. Keadaan ini diperkuat dengan kelembapan udara mencapai 66%, kecepatan angin 7 MPH (sekitar 11 Km/jam) berembus dari arah barat dan kemungkinan hujan 0 persen.
Data dan perkiraan cuaca yang didapat media ini menyebutkan, laju perubahan suhu di Nabire dari sore hingga malam hari diprediksi akan mengalami penurunan bertahap, yakni pada pukul 17.00 WIT kondisi langit cerah dengan suhu udara 31°C, namun terasa 36°C hingga pukul 21.00 WIT kondisi langit bersih/cerah 27 derajat terasa seperti 30°C.
Pantauan media ini selama sepekan terakhir, kondisi cuaca musim kemarau dan kekeringan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, memberikan dampak nyata pada sektor pertanian, ketersediaan air bersih warga hingga kondisi lingkungan akibat fenomena cuaca ekstrem seperti El Niño, berdampak kepada beberapa sektor kehidupan, seperti sektor pertanian dan perkebunan.
Selain itu, dampak kemarau panjang sangat dirasakan oleh para petani lokal di Nabire. Lahan perkebunan keladi dan tanaman pangan lainnya mengalami gagal panen karena tanah kehilangan kelembapan dan pasokan air berkurang drastis.
Ketika puncak kemarau melanda, beberapa area mengalami retak-retak pada permukaan tanah. Di luar itu, merusak topografi lahan, warga di pemukiman Nabire juga mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat menyusutnya debit air sumur gali dan sumber air permukaan milik warga baik yang berada di daerah pinggiran dan perkotaan Nabire.
BMKG memprediksi secara umum bahwa musim kemarau di Indonesia tahun ini akan berakhir pada pertengahan hingga akhir Oktober. Sementara itu, El Niño diprediksi akan bertahan hingga awal 2027.
Merujuk pada prediksi ini, BMKG memperkirakan kemarau 2026 akan berlangsung hingga November 2026. Kondisi normal umumnya akan berakhir sekitar Oktober. Namun, pengaruh el nino membuat jadi lebih panjang.
“BMKG memprediksi fenomena el nino akan terus bertahan hingga awal tahun 2027 dengan peluang intensitas mencapai kategori moderat sebesar 98% dan kategori kuat sebesar 62%, namun demikian dampaknya untuk wilayah Indonesia ketika bertemu periode musim kemarau hingga pertengahan bulan Oktober,” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, dikutip dari laman resmi BMKG.
Meski begitu, BMKG memprediksi secara umum akan berakhir pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.
Berdasarkan laporan ‘Prakiraan Cuaca Periode 14-20 Agustus 2026’, 76,5% wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau. Secara umum, kondisi atmosfer Indonesia masih dipengaruhi oleh el nino dengan intensitas sangat kuat dan kecenderungan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Hal ini menyebabkan berkurangnya suplai uap air sehingga atmosfer cenderung lebih kering.
Karena mayoritas wilayah di Indonesia masih kering, masyarakat dan pemerintah daerah diimbau untuk menghemat penggunaan air. Selain itu juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.
BMKG juga meminta masyarakat tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar dan hutan serta segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api (hotspot). Dan secara khusus untuk Kabupaten Nabire hingga Kamis, 20 Agustus 2026 petang, warga sangat berharap dan menantikan turunnya hujan yang nyata. (wan)
Bagikan artikel ini



