Tiga Puluh Mahasiswa Baru WAMUYA Digembleng di Pantai Budi Nabire
NABIRE - Tiga puluh Mahasiswa Baru (Maba) yang berhimpun dalam Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Waghete, Mugouda, Yaba dan Atouda ( IPP
NABIRE - Tiga puluh Mahasiswa Baru (Maba) yang berhimpun dalam Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Waghete, Mugouda, Yaba dan Atouda ( IPPM WAMUYA) kota study Nabire digembleng para senior sebagai bentuk perkenalan awal masuk menjadi Anggota baru, di pantai Budi Nabire, Sabtu (19/09/20).
Kagiatan tersebut mengusung tema, mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang takut akan Tuhan di dalam dunia kehidupan, dan sub tema, jadilah teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Selain ibadah bersama yang dipimpin oleh Mesak Pakage, S.Th, M.Th para mahasiswa baru menerima materi dari sejumlah intelektual asal WAMUYA seperti Melkias Pakage,ST, Koyamaga Mote,S.Kep, Norbertus Mote,SE.M.Si dan Agustinus Tatogo,S.Pd gr.
Usia dari itu, kegiatan diambil ali senioritas dan digebleng sesuai dengan kegiatan yang telah di rencanakan sebelumnya oleh para senior. Mereka ditiarapkan di atas pasir sambil memegang satu kaki ke kaki yang lain sebagai symbol mata rantai oraganisasi serta berbagai jenis kegiatan yang penuh makna.
Ketua Panitia Perkenalan IPPM WAMUYA, Oliverd Pekei mengatakan kegiatan perkenalan ini tidak lebih tidak kurang dalam pengembelangan digemleng sesuai dengan pengalaman pembianan senioritas mereka, selain itu Ia berterima kasih kepada para senior WAMUYA yang telah membantu mengorbankan materi, tenaga dan waktunya sehingga kegiatan pengenalan maba WAMUYA bisa sukes di gelar. Ketua Ikatan IPPM WAMUYA, Alex Kotouki mengaku, awal dijalankanya organisasi tidak banyak anggotanya, namun kini dengan bertambahnya Mahasiswa Baru ini anggota Ikatan WAMUYA akan lebih banyak. Karena itu Ia berharap mejaga kekompakan, persatuan dan kesatuan dalam menjalankan roda oranganisasi kedepan. Pasalnya wadah ini merupakan tempat melati diri menjadi manusia yang siap di pake.
Ruben Mote, Selaku pendiri wadah WAMUYA, selain pendidikan formal di Kampus, Mahasiswa sebagai agen perubahan perlu di bentuk sebuah wadah pemersatu eksternal kampus, sehingga Ia dirikan Ikatan WAMUYA untuk membina kepribadian generasi penerusnya dengan harapan kedepan kembali ke daerah bisa menjadi tuan di negerinya sendiri. Tino Mote, mewakili para orang tua pemilik tanah di titik ibu kota Kabupaten Deiyai merasa bangga dan memberikan anjungan jempol terhadap kegiatan pengembelengan mahasiswa baru yang di laksanakan oleh para senior. Pasalnya menurut Tino, melalui kegiatan ini para MABA bisa diasah kereaktifitas serta mental mereka agar melangkai sesuai dengan keinginan para orang tua dimana kelak mereka menyandang gelar kesarjanaan sesuai dengan jurusan yang mereka emban di masing-masing kampus.
Tino mengakui, selama ini tidak pernah dimotivasi orang tua, namun mulai tahun ini sedang membenahi satu per satu agar mereka selalu menjadi anak-anak yang patuh kepada orang tua. Apa lagi ada tantangan baru dimana Wanghete, Mogouda, Yaba dan Atouda adalah titik pusat ibu kota Kabupaten Deiyai sehingga SDM mereka harus lebih siap untuk menghadapi perubahan-perubahan pembangunan di kawasan ini. Selain itu mereka harus kembali menjadi tuan di negerinya sendiri. (eby)
Bagikan artikel ini



