NABIRE - Dengan melihat kondisi curah hujan yang akhir-akhir ini terjadi sepanjang sore hingga malam hari, maka dipastikan longsoran pada ruas jalan di Kampung Nifasi Distrik Makimi akan putus, sebab hingga saat ini ruas jalan yang telah diaspal telah longsor habis dan hanya menyisakan satu meter saja yang tersisa.Sementara langkah Pemerintah Kampung Nifasi hanya bisa membantu menimbun parit disisi kanan jalan agar arus lalulintas tetap berjalan, sebab longsoran yang terjadi di ruas jalan poros  ini benar-benar mengundang perhatian dan kehatian-hatian kendaraan roda dua maupun roda empat yang hendak dari kota maupun sebaliknya dari Makimi ke kota.Upaya yang dilaKukan Pemerintah kampung Nifasi, dengan menimbun parit dengan harapan agar Pemerintah Kabupaten Nabire melalui instansi teknis terkait secepatnya mengambil langkah untuk melakukan perbaikan ruas jalan yang kini sudah longsor dan menghabiskan sebahagian besar ruas jalan.Demikian dikatakan Sekretaris Kampung Nifasi Andris Inggeruhi kepada Papuapos Nabire, Senin (24/2), di seputar Kelurahan Siriwini, upaya kami Pemerintah Kampung Niifasi telah dilakukan agar aktifitas transportasi masyarakat tetap berjalan lancar tanpa adanya hambatan, sehingga kami berharap ada langkah cepat dan pasti lagi dari Pemerintah Kabupaten Nabire.Selaku pemeritah terendah di kampung telah berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Distrik (Pemdis) dan selanjutnya telah ada surat yang disampaikan langsung ke Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Nabire.Lebih ironis lagi, selaku aparat kampung mendengar disana-sini ada suara yang mengatakan ini jalan provinsi dan pusat, sehingga untuk dalam waktu dekat tidak bisa diperbaiki, karena harus ada laporan ke provinsi dan pusat serta selanjutnya ada tim yang turun baru bisa dilakukan perbaikan ruas jalan yang longsor tersebut.Sesungguhnya selaku aparat kampung kami mau menyampaikan, jangan lagi ada perdebatan jalan provinsi atau pusat, tetapi segera Pemerintah Kabupaten Nabire harus mengambil langkah bijak, sebab ruas jalan yang longsor ini digunakan oleh masyarakat Kabupaten Nabire, bukan masyarakat provinsi atau masyarakat pusat.Apabila pemerintah lambat mengambil sikap dan hingga jalan tersebut putus akibat curah hujan yang terus deras mengguyur Distrik Makimi dan sekitarnya, maka langkah yang akan diambil masyarakat Kampung Nifasi terpaksa harus memalang ruas jalan dan untuk sementara tidak ada aktifitas kendaraan yang dari kota maupun sebaiknya.(des)