DOGIYAI – Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai mengusulkan dana anggaran tahun 2017 untuk RSUD Dogiyai sekitar 70 milyar ke pusat yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Kepala Dinas Kesehatan Dogiyai Geradus Waine, mengatakan khusus untuk pembangunan RSUD Dogiyai anggarannya bersumber dari DAK. Pihaknya tahun 2017 ini sudah mengusulkan ke pusat sekitar 70 milyar. “Memang sebelumnya dana yang tersedia sekitar 23 milyar. Total dari 23 milyar itu, sebelumnya kita lakukan pembayaran pembebasan tanah, pengusuran lahan, kemudian pembangunan fisik lain yang nanti kami lakukan. Jadi tahap pertama harus diselesaikan,” ujar Geradus, Jumat (9/9) di Moanemani, Dogiyai.Disinggung tenaga kesehatan RSUD, menurut Kadiskes, sementara masih minim dan sangat dibutuhkan. “Dengan ketersediaan tenaga sangat kurang, kami juga telah lakukan kerjasama dengan RSUD Paniai. Pertama yang nanti didatangkan adalah dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis kandungan. Setelah itu, mereka akan datang untuk satu minggu satu kali,” katanya.Dengan ketersedian tenaga yang minim itu, ujarnya, pihaknya mau anak-anak putra daerah yang sedang kuliah harus kembali bekerja dan melayani masyarakat. “Sekitar 25 mahasiswa kedokteran yang sedang dibiayai dari Dinas Kesehatan, setelah menyelesaikan studinya agar kembali melayani masyarakat,” katanya.  Waine juga berharap, dengan hadirnya RSUD di Dogiyai bisa menjawab segala kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan kebutuhan pengobatan. “Itu harapan kami bersama untuk segera jadi pembangunan RSUD. Tetapi kami juga kwatirkan kontraktor pembangunan ketika tidak diselesaikan secara secepatnya dan 100%, ini juga kami kwatirkan,” katanya.Terpisah, Kepala Suku Kamuu Utara, Paulus Goo, mengaku sebetulnya RSUD itu sudah ada dari dulu. Setelah jadinya kabupaten Dogiyai, sudah memasuki hampir 8 tahun lebih tetapi pembangunan RSUD tidak ada.“Kami berharap setelah hadirnya RSUD ini, tidak ada lagi banyak nyawa yang korban. Selain itu, tidak pasien ringan yang bisa atasi di kesehatan tidak lagi merujuk ke Kabupaten Nabire maupun Paniai,” ujarnya.Warga lain, Yohanes Tebai, di Mauwa, Dogiyai, mengatakan memang kehadiran RSUD itu sangat penting tetapi harus didukung dengan sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kesehatan.“Saya lihat tenaga kesehatan di Dogiyai sangat kurang. Dokter saja ada sekitar 2 orang, kami berharap tenaga kesehatan itu memang harus berjuang untuk didatangkan di Dogiyai. Terus melayani masyarakat juga harus 24 jam, jangan kaya selama ini dilakukan oleh dokter-dokter. Dokter yang ada saja, mencarii bisnis untuk kepentingan diri sendiri tidak diutamakan kepentingan di kantor sebagai pelayanan,” ungkapnya.(gus)