NABIRE - Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (STTA) Nabire telah mewisudakan sebanyak 14 mahasiswa, yakni dua jurusan. Pertama gelar S.Th dan jurusan S.Pd.K. Acara wisuda ini dilaksanakan Jumat (5/10), bertempat PUPR Jalan Merdeka Nabire.Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos.,MAP dalam sambutan tertulisnya dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire Drs. I Wayan Mintaya menyampaikan Perguruan Tinggi Arastamar yang mana melaksanakan wisuda angkatan yang keVI ini, sehingga sekian wisudawan/wisudawati sudah tersebar di Nabire maupun diluar Kabupaten Nabire untuk mengabdikan diri sesuai dengan ilmu yang diperoleh dibangku pendidikan.Dikatakan, sudah barang tentu sebagai aparat pemerintah dapat apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih atas peran serta setiap lembaga pendidikan didalam ikut membangun di swasta yang melaksanakan pada hari lewat acara wisuda untuk Perguruan Tinggi Arastamar.Hal ini bagian, lanjut bupati,  upaya peningkatan sumber daya manusia, peningkatan ataupun revolusi karakter bangsa dua hal yang satu sama lain tidak bisa dipisahkan. Kali ini sangat tepat bernaung dibawa yayasan di bidang keagamaan dua misi yang saling bersentuhan mengangkut pendidikan itu sendiri.Tambahnya, maupun mengangkut moralitas, spiritual yang diberikan dibangku perkulihaan sama halnya juga dengan penjabaran di bidang pendidikan di kabupaten, salah satu misi pemerintah daerah adalah meningkatkan kualitas SDM. Dengan demikian apa yang dilaksanakan di pagi ini sejalan dengan misi pemerintah daerah maupun Nawacita dalam pemerintahan Presiden Jokowi, teristimewa adalah wisudawan/wisudawati bahwa kurang lebih 4 tahun saudara-saudari mengikuti pendidikan perkulihaan di Perguruan Tingggi Arastamar banyak suka dan duka yang mengalami atau dilalui dan harapan lulus memperoleh gelar dapat diaplikasikan dan pelayanan kepada umat dengan baik sesuai dengan apa yang dimilikinya.   “Dan keluarga serta perguruan tinggi yang bersangkutan dengan demikian maka mengimbang ilmu selama 4 tahun dapat hasilnya pada hari ini sehingga gelar sarjana yang dimiliki dibawa di tengah-tengah masyarakat dan masalah kompleks baik itu di bidang sosial, ekonomi, politik budaya dan  pertahanan budaya dan keamanan yang lainnya,” ujarnya. (modes)