Selisih Satu Setengah Tahun, Dumapa-Magai Pembangunan Dogiyai
DOGIYAI - Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai tempo lalu pada acara syukuran di Kampun Makewapa, tepatnya tanggal 4 Januari 2018, komitmen
DOGIYAI - Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai tempo lalu pada acara syukuran di Kampun Makewapa, tepatnya tanggal 4 Januari 2018, komitmen dan bersepakat bahwa warga masyarakat sebagai sasaran pembangunan, maka itu kehidupan manusia sulit dipisahkan, dari aspek pembangunan.
Secara fisik dan juga mental pembangunan hampir dilakukan oleh setiap warga itu, meskipun ada perbedaan makna dan tujuannya.
Sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah kebijakan dan program pembangunan daerah dengan memberikan sebuah kehendak terhadap sebuah pembangunan.
Melalui aktifitas warga masyarakat kelompok dan juga secara individu, pembangunan dilakukan oleh semua pihak.
Bupati dan wakil bupari sama-sama asal atau anak Apokomakida Distrik Piyaiye.
Yakobus Dumapa lahir atau Apogomakida Apouwo.
Pernah menawarkan 11 isu strategis dalam misi 12 misi, 78 program pembangunan dan 17 program strategis ‘pembangunan menuju Dogiyai bahagia itu’.
Gerakan pembangunan itu secara aktif.
Jelas dengan tujuan melayani dan membangun dalam benaknya, masyarakat menerima tawaran 17 program prioritas.
Keterlibatan masyarakat sebagai subyek pembangunan.
Berkebun, beternak dan berdagang, sehingga melalui dan dalam bentuk seperti itu, masyrakat Dogiyai dapat merasakan.
Sesuai keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 131.91-3120 tahun 2017 tentang Penangkatan Bupati Kabupaten Dogiyai.
Penangkatan Bupati Yakobus Dumapa dan Wakil Bupati Oskar Makai dilantik oleh Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura pada tanggal 18 Desember 2017.
Beberapa kegiatan internal pemerintah selama triwulan pertama, Bupati Dogiyai tegakkan kedisiplinan pegawai, menertibkan pengeloaan keuangan daerah, wajib pakai noken dan setiap acara menyediakan makan lokal.
Pelestarian kearifan lokal, Bupati Dogiyai membentuk kelompok kebersihan kota Moanemani sebagai kota Moanemani berbunga.
Melayani tamu di kantor dan diluar kantor.
Memberikan bantuan dokter, pihak pendidikan langka. Menjaga dan melarang penjualan minuman beralkohol.
Imbauan Bupati Dogiyai, warga mesti bekerja keras, berternak, berkebun dan berdagang.
Membongkar pondok anak-anak aibon, memberikan penghargaan dalam bentuk uang kepada yang lama bertugas sebagai guru pendidikan dan bidang kesehatan serta bidang sosial.
Wisata tour ke Israel kepada para pastor dan katagis serta perhatian kepada yang beragama Islam dan Kristen serta Katolik di bidang Imtaq.
Mudah-mudahan jalan keliling Mapia dan Kamu tercipta dalam selisih satu setengah tahun ini.(don)
Bagikan artikel ini



