NABIRE - Beras untuk masyarakat miskin atau biasa disebut Raskin yang sudah berjalan kurang lebih lima tahun ini harus dikawal, karena beras tersebut bisa dijadikan lahan bisnis oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab dan Raskin tersebut tidak sampai kepada masyarakat penerima.


Dikatakan seorang sopir truk yang selama ini melayani tiga kabupaten, yakni Kabupaten Dogiyai, Deiyai dan Paniai, pada Rabu (03/04/2024), Raskin tersebut harus dicek, karena belakangan ini dirinya merasa ada yang tidak beres dalam pengurusan pengirimannya.


"Tolong ditindaklanjuti, karena saya merasa dirugikan karena saya yang selama ini muat Raskin kenapa tidak ada koordinasi kepada saya dan teman-teman sopir truk, lalu pengurus langsung mengambil alih dan pakai kendaraan lain (kendaraan pribadi), inikan tidak adil," katanya.


Dia berharap agar pengurusan pengiriman Raskin melihat hal ini, sehingga kedepan jangan ada permainan dalam pengurusan pengiriman Raskin dan jangan ada yang bermain, karena masyarakat di kampung sangat membutuhkan beras tersebut.


Dugaan sementara, bisa dikatakan betul karena dalam kota Nabire sendiri masih ada permainan. Oleh sebab itu, masyarakat di Kabupaten Nabire juga masih banyak yang tidak menerima beras Raskin tersebut.(rob)