PLN Diminta Sosialisasi Kelistrikan kepada Publik
NABIRE – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Nabire diminta untuk mensosialisasikan sistim kelistrikan kepada masyarakat di daerah ini, agar masyarakat mengetahui tindakan apa yang bisa dilakukan untuk menghindari kebakaran, ketika terjadi kebakaran dan tanggung jawa
Bagikan
NABIRE – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Nabire diminta untuk mensosialisasikan sistim kelistrikan kepada masyarakat di daerah ini, agar masyarakat mengetahui tindakan apa yang bisa dilakukan untuk menghindari kebakaran, ketika terjadi kebakaran dan tanggung jawab perusahaan terhadap pelanggan pasca musibah kebakaran.
Himbauan tersebut disampaikan anggota DPRD Kabupaten Nabire, H Moh Iskandar saat pertemuan dengan PLN, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire di Ruang Badan Musyawarah (Bamus) Dewan, Bumiwonorwjo, Selasa (10/1) siang. Rapat dengar pendapat tersebut dipimpin Ketua DPRD, Marthen Douw, didampingi Wakil Ketua, Roy Wonda dihadiri Kepala PLN Ranting Nabire, Oktovianus Pasomba, Kepala BPBD, Edy Raya dan Bupati Nabire diwakili Asisten II Setda Nabire, Ir Sukadi.DPRD Nabire menggelar rapat dengar pendapat dengan PLN Ranting Nabire dan BPBD Kabupaten Nabire untuk mendengarkan keterangan resmi tentang musibah kebakaran yang terjadi selama tiga pekan terakhir ini. Sebab, selama 3 pekan terakhir ini, sedikitnya terjadi lima kasus kebakaran dengan penyebab korsletting, arus pendek yang membumi-hanguskan beberapa rumah warga dan satu gedung ibadah, Gereja Santo Anthonius Bumiwonorejo.Dalam rapat dengar pendapat tersebut, Moh Iskandar meminta kepada PLN untuk mensosialisasi kepada publik di daerah ini, musibah apa saja yang bisa mengancam jika terjadi kesalahan di dalam pemanfaatan listrik, tindakan apa yang bisa dilakukan warga ketika terjadi kebakaran dan kendala apa yang dihadapi PLN dalam menangani masalah kebakaran akibat korslet/arus pendek agar dapat diketahui publik di daerah ini. Sebab, selama ini, sebagian warga tidak mengetahui banyak masalah kelistrikan.Saat rapat dengar pendapat, sebagian anggota dewan mempertanyakan banyaknya musim kebakaran yang terjadi tiga pekan terakhir di kota Nabire akibat arus pendek dan terlambatnya penanganan pemadam kebakaran.Kepala BPBD Nabire, Edy Raya kepada wartawan usai dengar pendapat mengatakan pihaknya selalu siap melayani masyarakat menangani bencana/musibah. Hanya saja, fasilitas yang dimiliki, dua mobil pemadam kebakaran yang diserahkan Sat Pol PP, tahun lalu, dalam kondisi rusak. Bahkan satu diantaranya sulit diperbaiki. Oleh sebab itu, sementara ini BPBD Kabupaten Nabire menggunakan tangki air hasil modifikasi untuk kebutuhan pemadan kebakaran.Sementara itu, Kepala PLN Rating Nabire mengatakan pemadaman listrik yang terjadi selama ini karena berbagai faktor. Selain pohon tumbang, hewan yang gantung di kabel listrik, saat seekor katak yang tergantung dengan posisi kaki sebelah di tiang listrik dan kaki sebelah di kabel saja, terjadi pemadaman listrik akibat aliran listrik terhantar ke tanah. (ans)
Bagikan artikel ini



