SUGAPA – Sama seperti yang diterapkan daerah lain dalamm menangai penyebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya juga melakukan sejumlah pembatasan. Di bidang transportasi udara misalnya. Saat ini penerbangan dari dan ke wilayah Kabupaten Intan Jaya terbatas dibandingkan sebelumnya. Bahkan untuk rute dari dan ke Timika, hingga saat ini masih ditutup alias tidak ada penerbangan. “Penerbangan dari dan ke Timika hingga saat ini masih ditutup, baik itu pesawat yang mengangkut orang maupun pesawat yang mengangkut barang. Penutupan penerbangan ini akan disesuaikan dengan keputusan pemerintah provinsi,” ujar Sekda Intan Jaya, Asir Mirip, S.Pd, M.Si kepada media ini, Selasa (7/4) kemarin. Ditanya soal penerbangan dari Nabire, jawab Sekda Asir Mirip, hingga saat ini masih berjalan. Hanya saja untuk penerbangan dari Nabire lebih memprioritaskan untuk mengangkut barang-barang kebutuhan. Selain itu pesawat dari dan ke Nabire juga bisa ditumpangi oleh petugas dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Intan Jaya untuk menjalankan tugasnya. Disinggung soal kinerja ASN di lingkungan Pemkab Intan Jaya, kata Sekda Asir Mirip, sejauh ini masih bekerja dari rumah (work from home). Walaupun demikian, tugas pelayanan kepada masyarakat, administrasi pemerintahan dan roda pembangunan tetap berjalan. Tim Gugus Tugas Dipalang Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Intan Jaya yang akan melaksanakan tugas di sejumlah titik, dipalang warga dalam perjalanan. Akibatnya, tim yang akan bertugas melakukan pemantauan di sejumlah titik itu tidak bisa menjalankan tugasnya. Seperti dikatakan Sekda Asir Mirip, Selasa (7/4) dirinya menemui tim tugas yang akhirnya harus kembali ke Kantor Bupati Intan Jaya. Tim yang ditugaskan di pintu-pintu masuk ke wilayah Intan Jaya itu tidak bisa melaksanakan tugasnya karena dipalang sebelum sampai di tujuan. “Tadi tim dari Homeo dan Wandai ini mereka sudah siap perlengkapan untuk berjalan, ketika baru sampai di ujung lapangan terbang ternyata ada masyarakat yang melakukan pemalangan, dan melarang tim gugus tugas untuk lewat, akhirnya mereka kembali ke kantor bupati,” kata Sekda.  Sementara itu, tim yang kearah Hitadipa juga ada yang palang di Hitadipa sehingga tim tidak bisa lewat.  “Mereka laporkan di Homeo ada oknum pegawai yang termasuk mengkompori masyarakat di situ sehingga melakukan pemalangan. Sementara yang ke arah Hitadipa informasinya ada dua orang oknum kepala desa yang ancam mereka dan melakukan pemalangan,” tuturnya. Terkait persoalan ini, lanjut Sekda Asir Mirip, dirinya langsung melaporkan kepada Bupati Intan Jaya. Disikapi dengan memerintahkan untuk dilakukan tindakan terhadap oknum pegawai maupun dua orang oknum kepala desa tersebut. “Tadi pihak yang palang juga datang, saya sampaikan apa yang dilakukan tim itu tugas negara dan perintah presiden untuk mengatasi Covid-19 di daerah ini,” ujarnya.(ros)