NABIRE - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah menggelar kegiatan Monitoring Meja Semester II Tahun Anggaran (TA) 2024.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kasih Tabernakel Nabire, pada Selasa, 5 November 2024 ini dibuka Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Provinsi Papua Tengah, Ukkas, S.Sos.,M.K.P. Acara ini bertujuan mengevaluasi serta memastikan kelancaran pelaksanaan program pembangunan yang sedang berlangsung di Papua Tengah.

Jimmy Gerson Adii, SE, Kepala Bidang Perencanaan Makro dan Pengendalian Pembangunan Provinsi Papua Tengah, menyampaikan monitoring meja ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada 5 dan 6 November 2024.

Pada hari pertama, pembahasan dilakukan oleh 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sementara 12 OPD lainnya dijadwalkan melanjutkan pembahasan pada hari kedua.

Acara ini dihadiri perwakilan dari 22 OPD di Provinsi Papua Tengah, di mana beberapa OPD mengirimkan kepala dinas, sementara yang lain diwakili oleh sekretaris atau pejabat terkait. Dalam pantauan media, Bappeda membagi monitoring meja menjadi lima bagian, agar setiap OPD mendapat kesempatan optimal untuk berdiskusi terkait capaian dan kendala yang dihadapi.

Jimmy menekankan pentingnya kegiatan ini dalam memaksimalkan pelaksanaan program pembangunan yang masih tersisa dalam dua bulan mendatang, sesuai arahan Pj Gubernur Papua Tengah dalam apel gabungan sebelumnya. "Harapannya, seluruh OPD bisa menyelesaikan tahapan pembangunan berikutnya dengan baik," ujarnya.

Dia juga menegaskan, bahwa evaluasi ini mencakup aspek pelayanan publik, sehingga diharapkan bisa berjalan lebih efisien dan efektif setelah dipantau Bappeda .

Monitoring meja ini menjadi bagian dari tanggung jawab Bappeda dalam mengawasi kegiatan pembangunan di Papua Tengah, sekaligus menemukan solusi untuk setiap kendala yang muncul. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pemantauan langsung ke lapangan, terutama di delapan kabupaten yang ada di Papua Tengah, yang dilakukan sesuai jadwal dan progres yang dilaporkan masing-masing OPD.

Jimmy mengakui, kendala transportasi, jarak dan keamanan di beberapa wilayah menjadi tantangan, namun Bappeda tetap berkomitmen menjangkau seluruh kabupaten untuk memastikan semua program berjalan dengan baik. "Kami akan terus memantau setiap kegiatan pembangunan di seluruh kabupaten, meskipun ada tantangan di lapangan," tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Papua Tengah berharap dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai progres pembangunan serta memaksimalkan manfaat bagi masyarakat. Monitoring meja ini juga menjadi sarana dialog antara Bappeda dan OPD untuk membahas tantangan dalam pelaksanaan program, sehingga dengan kolaborasi yang lebih baik, permasalahan dapat segera diatasi.

Jimmy mengajak seluruh OPD berkomitmen penuh dalam menjalankan tugas serta memberikan laporan akurat dan tepat waktu selama kegiatan monitoring berlangsung. "Diharapkan seluruh OPD dapat memaksimalkan dua bulan tersisa ini untuk pembangunan yang optimal," pungkasnya.(rob/hum pemprov)