NABIRE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire diminta segera tangani pengikisan Kali Musairo di Kampung Lagari Jaya yang terancam memutuskan irigasi dan badan jalan. Apabila hujan lebat dan banjir, selain memutuskan irigasi juga dua sekolah yakni SMP Negeri Lagari dan SMK Perikanan bakal terendam banjir.

Anggota DPRD Kabupaten Nabire, Udin Mardin usai hearing kelompok III dengan masyarakat Lagari Jaya di Balai Kampung Lagari Jaya, Rabu (2/11/22) mengatakan, aspirasi yang disampaikan saat hearing, masyarakat meminta perhatian dan penanganan segera terhadap ancaman putusnya jaringan irigasi di Lagari dan pengikisan badan jalan akibat banjir Kali Mosairo, tepat di ujung jalan jalur 1 Lagari Jaya.

Sebab, apabila tidak ditangani segera dan banjir besar, jaringan irigasi yang ada terancam putus. Sehingga irigasi tidak akan melayani kebutuhan bagi petani dan usaha perikanan darat dari warga Lagari Jaya. Pengikisannya sudah mulai mengikis badan jalan.

Kepala Dusun Makimi, Baldus Rumbobiar menyebutnya air mematikan. Karena, ketika air dari Kali Musairo meluap dan memutuskan jaringan irigasi dengan sendirinya akan mematikan usaha tani dan perikanan warga di bawahnya.

Udin Mardin menjelaskan, usai menerima aspirasi, hearing kelompok III DPRD Nabire masing-masing Klemen Danomira, Karel Tabuni dan Udin Mardin melihat secara langsung lokasi pengikisan. Anggota Dewan masuk ke lokasi melalui jalur 1 Lagari Jaya. 

Sesuai hasil turun lapangan, Legislator ini mengungkap sedang terjadi pengikisan jalan dan jaringan irigasi terancam terputus akibat luapan banjir Kali Musairo di belakang pemukiman Lagari Jaya. Pengikisan yang terjadi di sana, ada dua lokasi yang parah. 

“Kita lewat dengan mobil di pinggir jalan, pengikisan sudah mengena pinggir jalan dan jaringan irigasi,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Udin Mardin menilai penanganan pengikisan Kali Mosairo di Kampung Lagari Jaya ini mendesak dan segera. Sebab, ketika banjir akan memutuskan jaringan irigasi sehingga petani dan usaha perikanan darat warga Lagari Jaya akan terputus.

Disamping itu, ketika musim hujan, perwakilan SMP dan SMK yang hadir dalam hearing mengeluh dengan terendamnya sekolah ketika hujan lebat dan banjir di Kali Mosairo, selama ini.


Air Hidup


Selain meminta perhatian dan penanganan pengikisan dan ancama putusnya irigasi, Kepala Dusun Makimi juga menjelaskan air sebagai sumber kehidupan.

Sebab, melalui dana kampung, warga Lagari Jaya membangun peenyambungan air bersih dari sumber air ke setiap rumah tangga. Kesulitan yang mereka hadapi yakni untuk pembangunan bak penangkap di kepala air sebagai sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Lagari Jaya. (ans)