Oleh : Diana Youw, S.Sos, M.SiAda banyak kalangan selalu saja  mengatakan pemekaran itu tidak tepat, namun pandangan tersebut hanya satu aspek saja, akan tetapi disimak pemekaran wilayah itu memiliki banyak keuntungan yang mengarah pada perubahan dalam dimensi kehidupan bermasyarakat diberbagai daerah ini. Dengan demikian, hadirnya pemekaran itu untuk perubahan hidup  ( reform long Live). Manusia dalam hidupnya selalu berkembangbiak sebagai individu maupun sebagai kelompok masyarakat. Sejak dilahirkan dorongan untuk berkembang sudah sejak itu pula telah mengikutinya. Ia berusaha untuk  mencapai apa  di Inginkan dan yang dicita-citakannya. Dorongan untuk berkembang ini dikarenakan ia berhadapan dengan  orang lain. Dalam berhadapan  dengan orang lain baik itu dengan se-daerahnya walaupun dengan orang lain dari daerah lain dengan latar belakang dan berbekal mental yang lain pula. Ia mendapat pengaruh, sekaligus membuatnya untuk berubah.Dengan berjumpa dan berinteraksi ini ia menerima pengaruh-pengaruh lebih inovatif,  entah itu baik yang menyenangkan maupun yang menantang. Pengaruh-pengaruh yang menantang yaitu entah menantang untuk keluar dari kebiasaan lama dan mau tidak mau harus menciptakan peluang atau kemungkinan-kemungkinan untuk berkembang dan ini bisa membuat berkembang mundur. Kalau berbicara tentang hal ini tentunya setiap orang dan atau sesuatu masyarakat suatu daerah tertentu mengalaminya. Seperti halnya dialami oleh masyarakat  papua umumnya dan lebih khusus Masyarakat Papua Tengah.Pemekaran Wilayah di Indonesia  baik pemekaran dari tingkat RT/ RW sampai ditingkat Propinsi sudah bergulir di mana-mana. Indonesia Luas dan beraneka ragam permasalahan merupakan alternative mencarikan solusinya. Sama halnya berbagai permasalahan signifikan yang sementara ini di alami bumi cenderawasih ini. Berbagai ketertinggalan, keterbelakangan, keterisolasian, ketertutupan serta pembodohan selalu saja diiringan dalam kehidupan bermasyarakat di tanah Papua ini.Secara Implisitnya menyimak saja, sejumlah pemekaran wilayah yang tengah terjadi di tanah Papua ini, dalam proses dan ada kesempatan ini yang mau dikedepankan bukan masyarakat satu kelompok saja. Pada kesempatan ini perhatian kita lebih diarahkan kepada masyarakat  di Tanah Papua yang  bermentalitas Petani dalam hidup hariannya mengalami suatu perubahan karena kesadarannya sendiri. Perubahan yang terjadi ini karena berinteraksi dengan orang dari berbagai suku pendatang yang berbeda mentalnya. Pasca teraksesnya jalan trans dan juga adanya pemekaran wilayah yang langsung menentu disasaran masyarakat dan daerah terbelakang dari berbagai aspek kehidupan di era  dewasa ini, telah terjadi kolektifitas hidup dimana masyarakat yang tadi masih  bermentalitas petani tradisional dan bermentalitas  kerja keras  ini berhadapan dengan nelayan, pedagang, pengusaha dan lain sebagainya. Pertemuan ini menimbulkan ketegangan-ketegangan dan kekacauan dalam bathin dan sekaligus sebagai ancaman bagi kehidupan mereka sekarang.Dengan adanya interaksi dan benturan-benturan yang dihadapi sekarang oleh masyarakat terpaksa dan terdorong untuk berpikir keras tentang masa depan yang lebih dari yang sekarang. Mereka ditantang untuk memikirkan  nasib masa depannya maupun keluarga kecilnya. Dengan berinteraksi masyarakat Papua khususnya di Pedalaman dan pesisir Pantai  ditantang bahkan boleh dikatakan mereka terpaksa melihat  serta  seakan-akan mau beralih ke sesuatu mentalitas hidup yang dengan mentalitas dasarnya. Di sini perlu sekali  inisiatif dan berinspirasi serta kreaktifitas dan dini mereka sendiri untuk berhadapan dengan jaman yang sedang berubah dari waktu ke waktu  ini. Juga ini tidak berubah berarti selama ini orang Papua baik Pantai maupun Pedalaman tidak memiliki inisiatif. Inspirasi dan  keraktivitas.  Tapi ,Jelas mereka itu orang yang punya inspirasi dan berinisiatif serta berkreaktivitas yang tinggi, sehingga mereka terkenal bukan hanya dalam Negara tetapi juga Negara-negara lain karena seni, social budayanya dan ekonomi serta bekerja keras menciptakan sesuatu.Dengan demikian, tak salahnya jika pemekaran wilayah yakni pemekaran RT/RW, dusun, kampong, distrik, Kabupaten/kota dan Propinsi ini terjadi di Papua ini, Karena dengan proses pemekaran ini adalah salah satu dalam mempercepat  dan pembangunan demi terwujud masyarakat yang adil dan makmur. Pasalnya, Dalam menghadapi perubahan yang sedang terjadi ini orang Papua pun tidak ketinggalan,  mereka juga berpikir keras tentang kehidupannya di masa depan. Pembauran dengan budaya lain mereka juga menunjukkan kemampuan mereka baik secara pribadi maupun secara kelompok dalam menjawab tantangan yang sedang dihadapi dan akan dihadap mendatang itu. Mereka mempunyai cita-cita untuk masa depan yang mau mereka capai. Untuk mendukung keinginan itu usaha-usahanya sedang  yang dikembangkan  di pedesaannya.Adapun usaha-usaha yang dikembangkannya itu masih bersifat kecil-kecilan tapi usahanya pasti untuk menghidupi dirinya sendiri ataupun keluarga kecilnya di Pedesaan,  namun itu merupakan suatu proses yang patut mendapat perhatian dari pihak-pihak yang terkait dan terutama kepada pihak pemerintah  yang kiranya dapat menunjang usaha-usaha tersebut.Usaha-usaha yang sedang dikembangklan itu antara lain; Mereka membuka kebun ( pertanian, perkebunan) pertanian ini merupakan suatu inisiatif dari masyarakat turun-temurunnya dari semenjak nenek moyangnya orang Papua hingga saat ini. Pembukaan pertanian ini merupakan suatu inisiatif dari masyarakat sendiri. Kebun-kebun ini sebagai kebun milik masyarakat sendiri. Pertanian ini kebanyakan tanaman berjangka pendek dan  berjangka panjang seperti tanaman palawaija dan tanaman ubi jalar dan sayur-sayuran dan lain-lainnya. Maka Usaha ini adalah masyarakat sendiri.Masyarakat pedalaman yang sifatnya keras tanpa mengenal waktu ini, masyarakat itu sendiri sebagai petani mereka dalam mengelaola pertanian ke perkebunan. Hasil dari pada pertanian dan perkebunan ini bukan hanya untuk makan saja tetapi juga untuk dijual ke pedagang dan dipasar sentral-sentral dari sejumlah Kabupaten maupun Kabupaten pemekaran yang baru sebagaai pelaku pasar. Secara Agrobisnisnya dapat menjangkau hasil produksi pertanian secara umum ke pasar local, domestic, Nasional dan mancanegara dari produk unggulan dari tiap daerah itu. Disini. Pemerintah daerah dan masyarakat dapat ,,menunjukkan potensi daerah dari tiap dusun  sampai kabupaten  sehingga peluang memperoleh Pendapatan  asli daerah  ( pad ) sesuai dengan tuntutan otsus lebih nampak dan jelas dari dusun.  Kenyataan yang ada sekarang ini, animo berjuang atau berusaha dari warga masyarakat Papua untuk bersaing dengan siapa saja itu amat cukup tinggi namun disayangkan pula sebaliknya amat lemah pula dalam peran daripada instansi-instansi tehnis untuk berurusan dengan masyarakat dalam mengakomodir apa yang dimiliki dan dikehendaki warga masyarakat itu untuk mendorong usaha mereka itu. Sebagai modal awal dari masyarakat di Papua ini secara alamiah semenjak dahulu kala budaya berusaha itu ada tetapi mengimbangi dengan perkembangan tuntutan pada saat ini kadang kalah bersaing sebab pokok permasalahan yang ada di masyarakat Papua itu persoalan ekonomi ( permodalan ), dilain pihak ada sejumlah warga yang sedikitnya modal ( saving ) namun dalam penggunaan salah ( berfoja-foja  dengan emosi sesaat yang tidak bermamfaat ) alias tanpa dipikirkan modal yang dimiliki untuk berusaha unit usaha lain yang dapat menguntungkan namun lebih berpikir social untuk dikonsumsikan tanpa berpandang menabung atau berusaha yang lain.Kita lihat saja, Papua secara geografis maupun juga secara topografis yang amat sulit ini juga amat berdampak pula dalam mengembangkan usaha-usaha masyarakat itu, dimana ada juga kelompok pengukir dan menganyam noken asli daerah.  Kelompok inipun terbentuk secara spontan dan periodic. Kelompok-kelompok pengrajin ini  biasa anggotanya masih dalam marga/famnya sendiri.  Dalam kerajinan ukir dan menganyam ini mereka mencari bahan dasar dari alamiah secara sendiri-sendiri. Mereka mempunyai tempat-tempat khusus untuk melangsungkan ketrampilannya. Sedangkan kelompok-kelompok kerajinan anyam-menganyam secara alamiah sudah ada baik kelompok kerajinan  perempuan maupun laki-laki di dalam dan ditengah kawasan hunian suku bangsa papua ini. Hasil dari sebagian usaha ini sebagian memang untuk memenuhi kebutuhan hidup seharian mereka, namun  disimpan sebagai simpanan (tabungan) di BPD, guna membiayai anak-anak  dalam melanjutkan sekolahnya.Pemeliharaan ternak babi dan ayam, walaupun masih dengan cara yang sangat sederhana mereka toh mempunyai inisiatif untuk megembangkan usaha di bidang ternak babi dan ayam. Usaha-usaha ini dikembangkan bukan secara kelompok tetapi secara pribadi. Hasil ternak babi dan ayam serta ternak lainnya yang dipelihara ini dijual untuk keperluan sehari-hari. Dengan  usaha-usaha semacam ini mereka tidak lagi