DOGIYAI - Bersumber dari Dana Otsus tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Dogiyai, melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Dogiyai telah membagikan 106 ekor ternak Babi kepada masyarakat, diantaranya 18 ekor ternak babi jantan, dan 88 ekor betina. Di sela-sela pembagian ternak ini, belum lama ini Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Dogiyai, Damiana Tekege, SH,M.Si, ketika memberikan sambutan singkatnya menjelaskan, bahwa berternak babi ini merupakan kebiasaan turun temurun dari sejak nenek moyang. Namun kebisaan berternak babi tersebut mulai ditinggalkan oleh masyarakat generasi saat ini, kebanyakkan hanya mereka terjebak ke kegiatan lain seperti kegiatan perjudian, yakni Togel dan mabuk mabukkan. Maka, menurut dia, budaya turun temurun berternak babi tidak dipertahankan oleh masyarakat dan generasi saat ini. Dengan harapan, membagikan ternak babi ini memotivasi masyarakat Dogiyai agar masyarakat meninggalkan kebiasaan yang menghancurkan hidup masyarakat. “Kami bagikan ternak ini, kami berusaha untuk memotivasi masyarakat Dogiyai agar mempertahankan budaya ternak babi, karena budaya ternak babi ini telah ada sejak nenek moyang, sudah menjadi kebiasaan bagi Suku Mee, namun kebiasaan ternak babi mulai ditinggalkan oleh generasi sekarang,” ujar Damiana. Selain itu, ketika masyarakat membutuhkan babi pada saat pesta, bayar maskawin, atau butuh uang untuk membiayai biaya sekolah. Masyarakat cenderung membeli babi dari masyarakat luar, bukan babi piaraan sendiri, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah meninggalkan kebiasaan berternak babi. “Kami juga berpikir bahwa masyarakat Dogiyai agar masyarakat menggali potensi dari masyarakat, karena memelihara babi tidak membutuhkan pembelajaran yang banyak,” ungkapnya dengan membagikan ternak babi ini, pihaknya, mencoba membangkitkan kembali hasrat untuk memelihara ternak babi yang sudah menjadi kebiasaan turun temurun sejak nenek moyang kita, Selain itu, memelihara ternak babi itu mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi. Selanjutnya, ditempat yang sama, acara penyerahan ternak babi ini, dilakukan oleh Plt Bupati Dogiyai melalui Asisten II Bidang Perencanaan Pembangunan Kabupaten Dogiyai, Thobias Bunapa. Bunapa mengatakan, memelihara ternak babi bukan hal yang baru, sejak moyang kita, memelihara babi sudah menjadi tradisi. Dan hasilnya untuk harta, maskawin, dan juga ternak babi untuk membiayai anak sekolah sebelum pemerintah ada. Selain penyerahan ternak babi, Asisten II Bidang Perencanaan Pembangunan, Thobias Bunapa memberikan secara simbolis dan menyerahkan bahan kandang organik kepada masyarakat penerima babi. Selain itu, pembentukan kandang ternak babi juga didesain pola baru, pasti masyarakat yang ingin memelihara ternak pasti kanget. Karena pola kandang yang baru, kenapa tidak lantai kayu, dan lain sebagainya. “Karena memelihara ternak diatas tanah, yang beralaskan serbuk, untuk menciptakan dari tanah maka segala yang bernapas harus ada diatas tanah. Karena itu, ternak babi ini pun harus diatas tanah agar babi peliharaan kita akan lebih sehat,” pungkasnya.(ris)