DOGIYAI - Pihak Keuskupan Timika yang mendorong untuk pembuatan peta wilayah bagi warga Kamu dan Mapia (Kamapi) melalui program tungku api, program pemetaan lokasi masing-masing warga Kamu dan Mapia di Aula Koteka dan Moge Moanemani dari 79 kampung.

     Pastor Paroki Moanemani, Pastor Hendro menyampikan pokok pikiran untuk pembuatan peta lokasi, bekerjasama dengan para kepala kampung dan kepala distrik.

  Pastor Hendro dan Diakon Hengki Kegou sebagai pastor dekat Kamapi memberikan kesempatan selama tiga bulan 79 kampung yang masih belum rampung diberikan kesempatan lagi untuk menyelesaikan.

    Hasil pemetaan lokasi dikumpulkan paroki masing-masing dan hasilnya akan disampaikan pihak Keuskupan Timika.

     Admistrator Keuskupan Timika, Pastor Marten Kuwayo, Pr mengatakan, para pastor dekan Kamapi hasil akan disampaiakan ke lembaga DPR Kabupaten Dogiyai, selanjudnya dibahas dalam sidang ditetapkan dalam peraturan daerah.

    Pembuataan peta dengan tujuan batas tanah antara marga satu dengan marga lain tak boleh ada masalah prinsip warga sebagai lokasi bertuan.

  Anak tanah tidak bermaksud untuk kepentingan lain, namun bermaksud memberikan kesuasa kepada pihak ketiga.

 Membangun sepanjang pembangunan dan pemerintahan berjalan disebutkan infrastruktur jalan, jembatan hak warga, uang permisi dan uang doa diatur baik prinsip warga.

 Sepanjang pemerintahan berjalan tidak  dilarang untuk membangun, memberikan informasi baik dan benar.

    Distrik Kamu dan Mapia sebagai distrik  tertua, dimana daerah yang masih hijau sumber daya alamnya.

  Warga Kamapi mengusulkan pihak gereja mendorong prinsip lokasi beraturan.(don)