NABIRE - Dalam beberapa bulan ini telah terjadi kericuhan dan pelarian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Nabire, membuat Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi turun langsung untuk meninjau kondisi Lapas Kelas IIB Nabire, Selasa (03/05/2025) siang. 

Dalam kunjungannya, Mashudi mengatakan bahwa kedepannya akan dibangun menara pengawas di atau dari empat 4 sisi. Kanan, kiri, depan dan belakang. 

"Dan ini saya lihat untuk temboknya menggunakan plat, karena informasinya sering terjadi gempa. Kalau sering gempa nantinya ambruk, sehingga menggunakan plat agar tetap kokoh," katanya.

Dirinya mengatakan untuk mengatasi overkapasitas, pihaknya sudah memerintahkan seluruh Kakanwil, seluruh KUPT untuk melihat Lapas mana yang kapasitasnya sedikit, sehingga bisa menyebar kepada seluruhnya yang ada. 

"Kita di sini jujur saja, kita warga binaan seluruh Indonesia ini sudah 277.634 ribu, dalam kurun waktu sebulan setengah sudah mencapai 2.777 dan ada penambahan 3025 warga binaan," ungkapnya.

Mashudi menambahkan, oleh karena itu sebagian yang ada, akan disebarkan sesuai dengan provinsi masing-masing. "Contoh Provinsi Jawa Tengah di sana ada 54 Lapas disebar disana untuk mengurangi overkapasitas yang ada dan sebagian kita pindahkan ke Nusakambangan untuk mengurangi overkapasitas tadi," jelasnya.

Ditambahkan, bahwa penerimaan CPNS ada 4.414 yang hari ini diserahkan kepada pemasyarakatan dan nantinya akan dilatih di Kanwil-kanwil selama dua minggu.

Mashudi menerangkan, yang terjadi selama ini yaitu dari SMA diterima sebagai CPNS langsung terjun bebas ke kabupaten tanpa ada pendidikan. "Ini yang menjadikan pegawai kita ini perlu dilatih, sedangkan Polri saja masuk Bintara harus pendidikan, TNI harus pendidikan, di kita ini CPNS tidak ada pelatihan," jelasnya.

Dirjenpas juga mengungkapkan, bahwa ada strategi yang sudah disiapkan, yaitu diterima menjadi CPNS langsung mengikuti Pendidikan atau pelatihan di Kakanwil selama dua pekan.(joseph)