DOGIYAI - Hingga saat ini, anggaran Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) untuk Pilkada serentak 2017 di Kabupaten Dogiyai, Papua masih belum jelas. Bahkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebagai syarat turunnya anggaran APBD belum ditandatangani Plt Bupati Dogiyai. Jika kondisi itu berlarut-larut, agenda Panwaslu bisa kacau, karena Pilkada akan digelar Februari 2017 yang tinggal beberapa bulan saja.   Melihat kondisi ini Ketua Forum Komunikasi dan Kerjasama Kampung (FKKK) se-Kabupaten Dogiyai, Stefanus Petege mendesak kepada Plt Bupati segera mencairkan dana tersebut agar Pilkada ini jalan terus dan jangan mengorbankan masyarakat. “Jangan hanya karena kepentingan atau unsur apapun jangan membatalkan Pilkada, tetapi Pemda segera mencari jalan keluar untuk anggarkan uang khusus Panwaslu dan aparat keamanan, yakni TNI dan Polri supaya Pilkada berjalan aman,” harap Stefanus Petege kepada media ini, Selasa (13/09). Menurut Petege, jika memang benar Pemda setempat tidak menyediakan dana untuk Panwaslu, berarti Pemda setidaknya harus membuat surat pernyataan bahwa Pilkada ditunda hingga adanya dana. “Harus secara tertulis maupun lisan sampaikan kepada publik, supaya masyarakat yang tersebar di 79 kampung ini ketahui. Karena tahapannya sudah berjalan, seperti pengambilan formulir oleh bakal calon melalui perseorangan sudah dibuka. Jadi jangan dibatalkan atau ditunda, segera laksanakan,” paparnya. Sebelumnya, Ketua Panwaslu Dogiyai, Hengky Wakei mengatakan, bahwa tahapan Pilkada oleh KPUD setempat sedang berjalan, tetapi Panwaslu terbentur semua kegiatan yang semestinya dilakukan sejak bulan Mei 2015 lalu. “Kami sangat terbentur dan semua kegiatan dari kami tidak berjalan, seperti pengawasan dan pembentukan komposisi di tingkat bawah masih belum berjalan. Karena Pemda Dogiyai dalam hal ini Plt Bupati sampai saat ini belum menganggarkan dana untuk Panwaslu,” ungkap Hengky Wakey. Dikatakan Hengky, jika ini berlarut maka Pilkada Dogiyai akan berjalan tanpa melibatkan pihaknya. Maka, disayangkan jika suatu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kalau kondisi ini begini, kami pasti tidak awasi,” katanya.(abe)