NABIRE – Mampukah Universitas Satya Wiyata Mandala (Uswim) Nabire menampung seluruh mahasiswa Papua yang kembali (comeback) ke Papua. Kalau tidak mampu menampung ratusan mahasiswa yang kembali ke Papua, sebaiknya Uswim tidak mengangkat-angkat diri akan menampung mahasiswa Papua. Sebab, mahasiswa yang kembali ke Papua tidak hanya berasal dari wilayah adat Meepago.Pertanyaan tersebut diungkapkan Kepala Suku Siriwo, Mapia, Piyaiye, Topo dan Wanggar (Simapitowa) Nabire, Vabianus Tebay di Nabire, Sabtu (21/8) siang menanggapi pernyataan pimpinan Uswim Nabire yang bersedia menampung mahasiswa yang berniat kuliah di Uswim Nabire.Vabianus menilai pernyataan Uswim Nabire, tidak tepat. Karena, para mahasiswa Papua balik ke daerahnya bukan karena tidak mampu kuliah dan tidak ada tempat tetapi mahasiswa Papua pulang karena merasa tidak aman di kota studi. Mahasiswa kembali ke Papua karena ada perlakuan yang menyinggung perasaan, rasis.Ia juga mempertanyakan, siapa yang bisa bertanggung jawab adanya rasa aman bagi mahasiswa di kota studi. Pejabat dan tokoh-tokoh bisa janji dan menyatakan aman, tetapi apakah semua warga di kota studi juga akan memberi keamanan bagi mahasiswa Papua. Oleh sebab itu, Kepala Suku Simapitowa ini mempertanyakan, apakah kampus Uswin Nabire mampu menampung seluruh mahasiswa Papua yang kembali sesuai dengan jurusan dari masing-masing mahasiswa. Karena, mahasiswa yang pulang tidak hanya dari Meepago dan tidak hanya satu dua jurusan yang tetapi dari berbagai jurusan ilmu dan mahasiswa Papua asal seluruh kabupaten/kota di Papua dan Papua Barat.Vabianus juga mempertanyakan, mengapa Uswim begitu cepat menyatakan akan menampung mahasiswa Papua yang pulang, apabila ada yang mau kuliah di Uswim, sesuai dengan persayaratan yang ditentukan kampus, sementara perguruan tinggi lain di Papua dan pemerintah di tingkat Provinsi Papua belum menawarkan pilihan kepada mahasiswa yang kembali. Karena, sementara ini pemerintah provinsi mendata mahasiswa yang pulang dan tengah mencari solusi yang terbaik.Seperti diberitakan media ini, Sabtu (21/9), Uswim Nabire akan terima mahasiswa luar Papua dengan syarat. Uswim bersedia menerima mahasiswa dari kota studi luar Papua yang berniat pindah dan mau kuliah di Uswim, asal memenuhi syarat.Kepala Suku Simapitowa mempertanyakan, begitu cepatnya pimpinan Uswim mengeluarkan pernyataan seperti itu, sementara pemerintah di Papua sedang mencari solusi terbaik dan perguruan tinggi lain sementara masih mengikuti perkembangan hasil negosiasi pemerintah dan mahasiswa. Apakah Uswim mampu menampung ratusan mahasiswa Papua dari berbagai dispilin jurusan dan ilmu yang kembali ke Papua? Sebab, kata Vabianus, mahasiswa yang kembali tidak hanya dari wilayah adat Meepago tetapi dari seluruh Papua.(ans)