Makimi Jadi Pilot Project PKK: Desa Percontohan, Potensi Wisata dan Kuliner Lokal
NABIRE - Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Tengah terus berupaya meningkatkan potensi anak-anak PAUD, Posyandu dan anak-anak sekolah minggu, dengan memprioritaskan Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, sebagai kampung percontohan.

NABIRE - Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Tengah terus berupaya meningkatkan potensi anak-anak PAUD, Posyandu dan anak-anak sekolah minggu, dengan memprioritaskan Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, sebagai kampung percontohan. Program ini diturunkan langsung dari provinsi, menjadikan Makimi sebagai model bagi seluruh pengurus Tim Penggerak PKK dari delapan kabupaten di Papua Tengah.
Sekretaris PKK Provinsi Papua Tengah, Maya Yakadewa, dalam wawancara di Aula Tabernakel, Rabu (21/05/2025) menjelaskan, pemilihan Makimi sebagai kampung percontohan bukan tanpa alasan. Kampung ini memiliki daya tarik yang kuat, terutama dari sektor pariwisata dan kuliner khas daerahnya.
Program-program yang digulirkan Tim Penggerak PKK Papua Tengah difokuskan pada wilayah pinggiran kabupaten yang seringkali tertinggal dan sulit dijangkau. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi, yang ingin menyasar daerah-daerah yang belum tersentuh optimal, berbeda dengan wilayah perkotaan yang sudah memiliki program serupa.
Distrik Makimi dinilai memiliki potensi luar biasa, terutama dalam hal ketersediaan makanan tradisional yang melimpah. Kekayaan kuliner inilah yang menjadi salah satu faktor utama bagi Tim Penggerak PKK Provinsi untuk mengangkat Makimi sebagai contoh bagi daerah lain di Papua Tengah.
Salah satu harapan besar dari Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Tengah adalah untuk menghidupkan kembali dan meningkatkan sepuluh program pokok PKK yang selama ini dirasa kurang berfungsi. Program-program ini, yang menjadi cerminan dari ‘Dasa Wisma’ atau sepuluh program Astra Cita Pokok PKK, perlu digalakkan kembali.
Yakadewa menekankan pentingnya pemanfaatan pekarangan untuk penanaman obat keluarga (Toga). Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi ketergantungan pada pengobatan modern yang seringkali mahal, serta mendorong kemandirian dalam menjaga kesehatan keluarga.
"Masyarakat tidak perlu lagi berobat karena biaya yang tinggi jika mereka bisa memanfaatkan pekarangan dengan obat-obat keluarga," tegas Yakadewa. Ia juga menyoroti bagaimana penataan halaman keluarga yang baik dapat mendukung program ini.
Melalui program percontohan di Makimi, Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Tengah berharap dapat menginspirasi daerah-daerah lain untuk mengembangkan potensi lokal mereka, baik dari segi pariwisata, kuliner, maupun program-program pemberdayaan masyarakat lainnya.
Inisiatif ini juga menjadi bukti nyata komitmen Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Tengah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dimulai dari tingkat keluarga dan lingkungan terkecil. Dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi, Makimi siap menjadi pioner pembangunan di Papua Tengah.
Harapan ke depan, sepuluh program pokok PKK yang ditingkatkan di Makimi dapat menjadi model sukses yang direplikasi di seluruh wilayah Papua Tengah, mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, berdaya dan sejahtera.(sam)
Bagikan artikel ini



