NABIRE - Ketua Dewan Adat Daerah Istimewa Tota Mapia, Marthen Iyai, menekankan pentingnya literasi sebagai kekuatan generasi muda Papua Barat. Dalam sebuah diskusi yang membahas pengembangan budaya literasi di wilayah tersebut, Iyai menyampaikan bahwa literasi adalah kunci untuk kemajuan dan perkembangan masyarakat Papua Barat.

"Kita hidup di zaman modern. Di era yang menantang ini, kita harus menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan pewarisan budaya dengan menuliskannya secara sistematis kepada generasi anak bangsa," ujar Iyai saat berdiskusi dengan para pelajar dan mahasiswa di Rumah Dialog Adat, Kalibobo, Nabire, Senin (19/8/24).

Iyai menekankan bahwa budaya membaca mendahului menulis dan berkomunikasi yang berkualitas bagi kehidupan Papua. Ia juga mendorong penguasaan teknologi sebagai bagian integral dari literasi.

"Literasi tidak hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang memahami informasi dan menggunakannya secara kritis dan bijaksana untuk kemajuan diri dan masyarakat," tambah Iyai.

Ia juga menyerukan dukungan dari pemerintah daerah untuk pengembangan misi literasi. Iyai menegaskan bahwa mencerdaskan kehidupan bermasyarakat merupakan kewajiban pemerintah.

"Pengembangan literasi membutuhkan kerja sama dari semua pihak, termasuk pemerintah. Kita harus bekerja sama untuk membangun generasi muda yang cerdas dan berpengetahuan," tutup Iyai.

Sementara itu, Bapa Penaset Dewan Adat Tota Mapia, Amandus Iyai mengatakan, diskusi ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya literasi di Papua Barat. Harapannya, diskusi ini dapat menjadi titik awal untuk membangun budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan di wilayah tersebut. (Don dan Pugiye)