PANIAI - Mantan Ketua Dewan Adat Kabupaten Paniai dan kini duduk di kursi Legislator Provinsi Papua jalur Otonomi Khusus, Jhon NR Gobai meminta untuk Epouto, Distrik Yatamo, Kabupaten Paniai harus dikembalikan sebagai pusat pendidikan pada puluhan tahun yang silam.

Melalui chat WahtsApp kepada Papuapos Nabire, Jhon mengatakan jika melihat ke belakang pada puluhan tahun yang silam para Misionaris Katholik mengembangan pendidikan khusus di seantero wilayah adat Meepago pusatnya di Epouto. 

“Dahulu Pastor Belanda membangun SR dan SMP disini (Epouto), anak anak Suku Mee dan Suku Migani yang Katolik dibawa dan bersekolah di sini. Banyak orang-orang hebat adalah lulusan dari Epouto,” tutur Jhon, Senin (21/06/21) kemarin.

Dulunya, Jhon menceritakan, siswa/i dari kampung lain melanjutkan kelas 4 SD sampai dengan SMP kelas 3 bersekolah di Epouto. Misionaris kala itu kembangkan pendidikan berpola asrama. Sumber dana yang kala itu mendapatkan suntikan dana dari para donatur Misionaris Belanda.  

“Outpytnnya telah menghasilkan banyak orang hebat lulusan SD dan SMP Epouto, karya ini kemudian hilang sejak dipindahkannya SMP Epouto ke Moanemani,” imbuh Jhon.

Lantaran itu, untuk membangkitkan roh pendidikan yang kian hari makin terkubur, Jhon menawarkan membangun kembali sekolah berpola asrama di Epouto. Disilain sisi, menurut Jhon, letak geografis dan medan di wilayah Epouto ikut mendukung pengembangan pendidikan.

“Pendidikan di Epouto adalah sekolah berpola asrama. Wilayah yang dikelilingi oleh perbukitan, Kobouyedimi, Poti dan Miye serta Danau Taage ini memungkinkan siswa mudah diawasi, siswa selain belajar di sekolah tetapi juga bekerja di kebun dan peternakan milik Misionaris Katholik atau para pastor,” kata Jhon.

Jhon mengatakan, ada upaya yang dilakukan sejumlah intelektual asal Yatamo seperti Esau Tekege, Guru SD YPPK Epouto, Siska You, Guru SD YPPK Epouto, Amatus Tatogo Mantan Kadin P dan P Kab Paniai (kini sudah pension) dan Emanuel You, wartawan Papuapos Nabire (kalah itu anggota DPRD Paniai) berusaha memembangun kembali SMP dan SMA YPPK Epouto berserta asramanya yang sederhana. 

Insiatif intelektual seperti ini, menurut Jhon mesti disambut baik oleh pemerintah daerah guna mengembangkan pendidikan seperti sedia kala. Agar lahan pendidikan benar-benar terwadahi untuk memproduksi SDM yang kita dambakan bersama dapat terwujud.

Dikatakan Jhon, mengembalikan Epouto sebagai pusat pendidikan adalah sebuah harapan, apalagi telah ada sekolah dan asrama tentu mreka memerlukan sentuhan dan dukungan pemerintah.

“Tidak perlu mengirim siswa keluar daerah, tapi jika dibangun fasilitas yang baik, datangkan guru yang berkualitas ke epouto, maka epouto  akan menjadi pusat pendidikan di meeuwo,”pungkas Jhon. (eby)