Cerpen : Pace Munib

Binatang ini dalam film Amerika gaya Holywood dibranding sebagai Spider-Man. Manusia Laba-Laba yang perkasa. Suka menolong yang teraniaya. Si Pieter Parker tukang delivery Pizza yang culun. Baik hati tidak sombong dan rajin menabung. Idola masyarakat Pop Amerika yang hendak disebar ke seluruh dunia bersama jagoan Amerika yang lainnya. Kostum Spider-Man laris manis menandingi kostum Batman, si Manusia Kelelawar.

Spider-Man memiliki banyak musuh, di antaranya Kraven the Hunter, Sandman, Chameleon, Doctor Octopus, Green Goblin, Venom, Electro, Vulture, dan Rhino. Semua orang-orang sirik bidik jail kaniaya ini maunya ganggu ketenangan masyarakat sambil mau ngetes kehebatan Spider-Man. Mereka menunjukkan kekuatan kepada orang sekeliling Spiderman agar mereka menyarankan untuk menyerah tapi Sipd tak mau menyerah.

Di kampung saya tahun 1970-an masih banyak sekali pepohonan. Saat itu belum ada pupuk dan pestisida masuk kampung. Anak-anak jaman itu tak lepas interaksi dengan binatang, ada capung, jangkrik, aneka belakang, burung, dan tokoh kita kali ini Laba-laba. Laba-laba terbesar yang sering saya jumpai di pekarangan kakek, biasa kami sebut Rangranggati. Tentu ada banyak jenis Laba-laba yang hidup di rumah, di jerami padi dan di pepohonan.

Cara Laba-laba mencari makan adalah membuat jerat yang berupa jaring atau net. Jaring itu terbuat dari benang yang dihasilkan dari dalam perutnya sendiri. Dia membuat pola jaring Laba-laba yang mana pola ini ditiru Hammas dalam membuat terowongan bawah tanah. Konon rahasia pertahanan ini yang tak dapat di pecahkan oleh musuhnya, Zionis itu. Makanya Hammas walau pasukannya kecil dia menang.

Saya pernah menjadi Spiderman. Waktu game ini mulai dijual di pasaran. Saya beli satu. Dan jadilah saya memainkan peran tokoh ini. Saya bisa loncat ke mana saja termasuk gedung yang paling tinggi di Amerika. Kadang saya panjat patung Liberty. Dengan senjata benang ramat yang keluar dari tangan saya dapat melakukan lompatan kemana saja. Kadang sampai ke tempat tersembunyi di Amerika sambil memantau malamnya bertemakan lampu. Tapi itu hanya di game Spider-Man.

**

Di dalam Kitab Suci Alquran, Laba-laba diberi kehormatan sebagai nama surat ke 29 dari 114 surat yang ada di Alquran. Namanya surat Al-ankabut. Waah wah wah hebat sekali laba-laba bisa masuk dalam nama surat. Binatang lain seperti nyamuk di sebut di dalam ayat saja. Bukan di nama surat.

Usut-punya usut sebenarnya yang di sebut itu rumah kaba-laba, atau Bait Al ankabut. Bagi orang-orang yang melihat ayat hanya dengan mata telanjang, maka yang dimaksud dengan rumah kaba-kaba adalah rumahnya secara fisik. Secara mata awam fisik rumah laba-laba sangat rentan dan lemah. Cukup dengan ranting saja dihalau maka ia akan hancur semua.

Secara mata ilmuan sains, rumah laba-laba adalah bahan antipeluru yang terbaik. Sintetisnya saja sekarang yang dipergunakan oleh tentara diseluruh dunia, sebagai jaket atau rompi anti peluru. Saya tidak tahu dalam keadaan sebagai bahan baku antipeluru begini apakah rumah laba-laba masih disebut lemah?

Ternyata oh ternyata yang dimaksud rumah laba-laba itu adalah makna mazajinya. Makna metafora nya. Yang tak lain dan tak bukan adalah karakter si laba-laba yang suka kanibal. Suka saling makan. Setelah kawin laba-laba betina makan laba-laba jantan. Orang mah pengantin baru malam pertama belah duren sayang sayangan, kelon sampai sahur. Ini malah suaminya yang dijadikan santapan sahur.

Setelah betina laba-laba menetaskan anak-anaknya, si ibu laba-laba tadi yang giliran jadi santapan anak-anaknya. Coba anak-anak ini mau buka puasa itu ngabuburit cari takjil dulu sana. Ini ibu mereka sendiri yang melahirkan jadi bahan takjil. Sungguh karakter yang keterlaluan. Sebuah keluarga yang gambaran tampilnya seperti itu betapa keluarga yang lemah. Keluarga yang bersatu saling sayang menyayangi, tolong menolong, bantu membantu, silih asah asuh asih, itu keluarga yang kompak dan kuat.

 "Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung atau tuan pemimpin kepada selain Allah Subhanahu Wata'ala adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui. Walhasil semua pelindung selain Allah adalah rapuh semata. Seperti profil yang ada pada keluarga laba-laba. Kau menyembah setan nanti setan itu lapar makan kamu. Begitulah pelindung selain Tuhan, R.A.P.U.H.

**

"Kata elo si Laba-laba mendapat tempat terhormat dengan jadi nama Surat dalam Alquran ternyata keluarga nya kasihan sekali, saling makan. Tak ada kasih sayang antara orang tua dan anak, antara dan suami dan istri. "

Jock Najur yang sedari tadi menyimak kisah laba-laba dengan baik bertanya nada protes. Karena menurut nya ini membingungkan. Keluarga si Laba-laba ini bukan sekedar brokenhome, ini melebihi keluarga psikopat. Ini bukan gila lagi, supergila ini.

" Elo bayangin aja mama elo Sumanto bapak elo. Gua anak-anak Sumanto mama gua. Makhluk model begini kan kagak ada tempat lain yang cocok, harus di RSJ (rumah sakit jiwa) rumahnya. Elo tahu Sumanto kan, gila tukang makan daging manusia yang giginya runcing," Jock tambah mengomentari.

Saya menambahkan begini. "Jock Najur begini yang sebenarnya. Tuhan lah yang menjadikan Laba-laba. Termasuk dengan segala karakter kanibalnya. Itu semua tak ada yang sia-sia, Karakter ini untuk jadi tamsil atau perumpamaan. Agar manusia memahami dan menghayati. Bahwa Tuhan mengajarkan ada tiga Maula kalian. Allah, Rasulullah dan Orang Mukmin yang ruku sambil sedekah. Kita tak boleh menolak kepemimpinan Langit. Itu satu paket dengan penciptaan kita dilahirkan di dunia ini, sekaligus dengan pemimpinnya. Coba-coba cari pemimpin lain, semuanya selemah rumah Laba-laba. Yang engkau sendiri berpotensi jadi santapannya. "

"Jadi Laba-laba sendiri punya makna penting disisi Tuhannya? " tanya Jock Najur

"Tepat sekali. Tak ada yang Tuhan jadikan ada tanpa suatu makna atau sia-sia. Ma khalaqta hadza bathila. Ketika Allah berhadapan dengan manusia-manusia yang bermaula kepada selain Allah. Maka tinggal memakai kelemahan rumah Laba-laba sebagai alat penjelas yang singkat, tepat dan memahamkan. Mengambil pemimpin itu harus yang kayak. Bukan yang rapuh. Begitu Jock Najur, " saya hanya menyesuaikan arah pembicaraan saja.

"Kenapa Laba-laba tidak coba mencari makanan lain saja dulu sebelum memakan keluarga sendiri. Rasanya mengerikan sekali. " Jock Najur masih penasaran dengan watak Laba-laba.

"Jock kalau kita pakai otak kita ikuti otak Laba-laba akan setengah mati kau pikirkan kelakuan Laba-laba. Bisa jadi bagi mereka itu biasa saja sebagai penugasan dari Tuhannya. Bahwa wataknya itu akan dipakai Tuhan sebagai tamsil bagi pihak-pihak yang diambil manusia sebagai maula. Agar manusia cepat paham. Coba kalau kita balik semua itu kepada bahasa cinta. Barang kali ini jenis cinta yang paling demonstratif dalam dunia fauna. " Yang terakhir itu pernyataan saya untuk memancing Jock Najur. Dan ternyata berhasil.

"Balik kepada bahasa cinta kepriben, Kang Kiai? Bokane wes blesak ya blesak bae. Enyong ora ngerti tasawuf sih. " Jock Najur bingung.

Saya sengaja membuatnya berpikir lebih keras untuk tidak sekedar melihat tabiat buruk kanibalisme Laba-laba. Saya memberi ilustrasi mepada Jock Najur. Bahwa Laba-laba kalau lagi keluar rasa cintanya mendadak jadi metafor atau sastrawan. Tapi Laba-laba yang lagi kondisi biasa tidak menangkap makna metafor, yang ia paham kembali ke Qoran dan Katis. Makanya ketika Laba-laba dengan penuh cinta mengatakan bahwa cintaku sebesar semesta ini, bahkan rela untuk korban nyawa pun tak mengapa. Mendengar ini Laba-laba betina yang lagi lapar kremos makan suaminya. Begitu juga ketika rasa cinta kepada anak-anaknya menguasai perasaan ibu Laba-laba. Ibunya dalam keadaan penuh cinta berucap metafor. Anak-anak baru lahir dengarnya mari makan Kerak Telor, Bukan kah engkau dulu juga begitu, kalau cinta datang mendadak kau berubah jadi sastrawan.

Kayaknya bukan seperti itu, Kenapa Barat sekarang melemah seperti rumah Laba-laba. Jawabannya ada di Ukraina dan Gaza. Amerika sedang memakan ibunya sendiri.

Banyak ya nanyak sekali yang sampai hari ini bermaula pada Amerika. Stop stop stop jangan bergerak. Kita lihat dilayar televisi dan trending di tweeter. Amerika jangan dimakan Amerika betina. Layar berubah lagi Amerika memakan ibunya lagi.

*