DOGIYAI – Selasa (6/5) siang kemarin, dengan menggunakan pesawat Twin Otter Avia Star Kapolres Nabire, AKBP Tagor Hutapea, S.Ik bersama Kasubag Bin Ops Bag Ops Polres Nabire, AKP Mardi Marpaung, anggota Intelkam Polres Nabire, bertolak menuju ke Moanemani untuk menindaklanjuti permasalahan yang terjadi pasca kasus Laka Lantas yang memicu kasus lain. Sekitar pukul 13.40 WIT,  korban bentrok antara masyarakat dengan anggota Brimob BKO Moanemani tiba di Bandara Nabire dengan mengunakan pesawat Avia Star. Korban langsung dievakuasi ke RSUD Nabire.   Koban yang dievakuasi ke Nabire diantaranya, Kayus Auwe yang terkena tembak di betis kanan dan perut, Anton Edoway yang terkena tembakan di paha kiri, Yulius Anouw luka tembak di dada kiri, Melky korban meninggal dunia akibat dianiaya, Etus Kalvado mengalami luka memar pada bagian kepala dan wajah akibat dikeroyok massa. Korban meninggal dunia atasa nama Melki langsung dibawa ke ruang jenazah RSUD Nabire untuk dilakukan otopsi. Sementara korban luka tembak dan penganiyaan dibawa ke UGD RSUD Nabire untuk menjalani perawatan medis lebih lanjut oleh pihak RSUD Nabire. Sekitar pukul 16.50 WIT, Bupati Dogiyai Drs. Thomas Tigi dan Wakil Bupati Dogiyai Herman Auwe, S.Sos terlihat mendatangi RSUD Nabire untuk melihat korban meninggal dunia dan korban luka tembak serta korban penganiayaan.   Sikapi Kasus Digelar Pertemuan   Mensikapi kasus yang terjadi, Selasa (6/5) sekitar pukul 13.15 WIT dan pukul 20.10 WIT telah dilaksanakan pertemuan antara Kapolres Nabire dengan Pemda Dogiyai, DPRD Dogiyai, perwakilan masyarakat korban laka lantas dan korban penembakan. Pertemuan digelar di Mapolsek Kamu. Pertemuan digelar dengan tujuan untuk membahas penyelesaian permasalahan Laka Lantas,  penembakan dan penganiyaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Kapolres Nabire AKBP Tagor Hutapea, S.Ik. M.Si, Kapolsek Kamu, AKP Syukur, Ketua Komisi C DPRD Dogiyai, Markus Waine, Ass II Pemda Dogiyai, Drs. Anton Iyowau, Plt. Kabag Umum Pemda Dogiyai, Ovir Yobee, Kadistrik Dogiyai, Welem Tagi, Kadistrik Kamu, Tobias Tigi, Kepala Kampung Timipugi/Mago, Ambrosius Tigi, Kepala Kampung Ikebo, Yakobus Bobi, perwakilan keluarga korban Laka, Simon Anou. Hasil pertemuan yang digelar, pihak keluarga korban Laka Lantas akan berusaha menahan diri sampai korban dimakamkan. Karena saat ini keluarga masih dalam kondisi berduka dan fokus pada pemakaman korban. Penyelesaian masalah akan diselesaikan setelah pemakanan dilaksanakan. Sementara pihak keluarga penembakan akan menuntut Pemda Dogiyai karena dianggap bertanggung jawab telah mendatangkan BKO Brimob di Dogiyai.   Pertemuan yang dilaksanakan merupakan bagian dari upaya Kapolres Nabire untuk meredam aksi masyarakat yang lebih besar dampak dari permasalahan yang terjadi yang berawal dari kecelakaan lalu lintas. Direncanakan pertemuan akan dilaksanakan kembali pada Rabu (7/5) hari ini. (ros/ist)