KBM di Masa Kabut Asap, Tergantung Keputusan Kepala Dinas dan Situasi
Dan setelah dua pekan itu, anak-anak kembali diminta untuk belajar di sekolah atau tatap muka langsung dengan guru di kelas.

NABIRE - Kepala sekolah SMP Negeri 3 Nabire, Adelena, S.Pak, yang ditemui Papuapos Nabire beberapa saat lalu dan ditanya soal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di masa kabut asap, dirinya menuturkan soal KBM di masa kabut asap tergantung keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire dan juga tergantung situasi dan kondisi yang ada.
Karena penerapan KBM di masa kabut asap pada dua Minggu lalu di September 2026, dengan meminta anak untuk belajar dari rumah (daring), di mana guru memberikan tugas lewat handphone, namun semuanya berjalan kurang maksimal, sehingga anak yang tidak punya HP ini terpaksa datang ambil tugas dari guru di sekolah.
Dan setelah dua pekan itu, anak-anak kembali diminta untuk belajar di sekolah atau tatap muka langsung dengan guru di kelas. Dengan demikian, soal KBM di masa kabut menyelimuti kota Nabire dan sekitarnya, sesungguhnya selaku pihak sekolah hanya menunggu keputusan dinas dan juga tergantung situasi asapnya.
Sehingga, keputusan sekolah soal KBM di masa kabut asap di saat ini dan ke depannya, setiap hari dari satu matapelajaran dikurangi 10 menit, sehingga anak-anak terlihat pulang lebih cepat atau lebih awal dari biasanya, dengan harapan anak-anak pulang dan beraktifitas di sekitar rumah bersama orang tuanya.
Selaku kepala sekolah bersama dewan guru, telah mengingatkan seluruh murid agar KBM di masa kabut asap ini harus memakai dan menggunakan masker saat dari rumah ke sekolah dan juga dari sekolah ke rumah saat pulang, karena kabut asap tidak hanya mengganggu penglihatan, tetapi juga mengganggu pernapasan. (des)
Bagikan artikel ini



