Polres Kawal Aksi Mimbar Bebas Mahasiswa Intan Jaya, Peringatan Setahun ‘Soagama Berdarah’
“Semua sudah diserahkan poin-poinnya. Nanti kita sampaikan, karena untuk surat penyampaian aspirasinya itu ada di DPRD, nanti kami sampaikan. Situasi berjalan aman dan lancar,” ujar AKBP Samuel Tatiratu kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).

NABIRE - Kepolisian Resor (Polres) Nabire mengawal aksi unjuk rasa dan penyampaian aspirasi yang dilakukan sekitar 100 mahasiswa yang mengatasnamakan mahasiswa Intan Jaya, Kamis (15/10/2026). Aksi dalam bentuk mimbar bebas tersebut digelar bertepatan dengan peringatan satu tahun peristiwa yang disebut ‘Soagama Berdarah’.
Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., M.H., mengatakan para mahasiswa telah menyampaikan sejumlah poin aspirasi secara langsung kepada Wakil Ketua II DPRD Provinsi Papua Tengah. Penyampaian aspirasi itu turut dihadiri perwakilan Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah.
Menurut Kapolres, dokumen dan poin-poin aspirasi telah diserahkan kepada pihak DPRD untuk selanjutnya ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
“Semua sudah diserahkan poin-poinnya. Nanti kita sampaikan, karena untuk surat penyampaian aspirasinya itu ada di DPRD, nanti kami sampaikan. Situasi berjalan aman dan lancar,” ujar AKBP Samuel Tatiratu kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).
Untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib, Polres Nabire mengerahkan sekitar 50 personel gabungan dari Polres Nabire dan Brigade Mobil (Brimob).
“Untuk personel yang mengamankan aksi ini ada sekitar 50an personil gabungan dari Polres Nabire dan rekan-rekan dari Brimob,” jelasnya.
Kapolres Nabire menyatakan, pengamanan dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama mahasiswa menyampaikan aspirasi di ruang publik.
Menanggapi pelaksanaan aksi tersebut, AKBP Samuel berharap penyampaian aspirasi pada kegiatan-kegiatan berikutnya dapat dikoordinasikan lebih awal dengan instansi terkait.
Ia mengimbau agar pemberitahuan mengenai rencana aksi disampaikan sekitar dua hingga tiga hari sebelum kegiatan berlangsung. Koordinasi tersebut diharapkan melibatkan DPRD, MRP serta pihak kepolisian sehingga masing-masing instansi dapat mempersiapkan diri untuk menerima dan memfasilitasi aspirasi masyarakat.
Menurutnya, koordinasi yang baik penting agar proses penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib, sementara para pimpinan instansi terkait memiliki kesempatan untuk mempersiapkan pelayanan secara optimal.
“Sehingga kita para pimpinan, baik dari mungkin DPRD, dari MRP maupun dari kita pihak kepolisian, bisa menyiapkan pelayanan dengan baik, penyampaian aspirasi itu bisa kita terima dengan baik begitu,” pungkasnya.
Aksi mahasiswa Intan Jaya tersebut berlangsung dalam pengawalan aparat keamanan. Polres Nabire menyatakan situasi selama kegiatan berlangsung aman dan lancar. (luk)
Bagikan artikel ini



